Sejak masuk menggantikan Mourinho di Stamford Bridge, Grant terkesan kontras dengan pendahulunya yang dikenal kerap melontarkan kritikan pedas dan tidak jarang terlibat perang kata-kata dengan kubu lawan. Namun kesan pertama tak jarang bisa menipu.
Setelah tampil adem-ayem, Grant kini tampaknya mulai menebar psy-war buat para rivalnya, sama seperti rutinitas Mourinho. Yang dijadikan sasaran tembak utama oleh Grant adalah "Tim Gudang Peluru" Arsenal, yang sedang kepayahan didera cedera pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak mau tanggung-tanggung, Grant juga menyinggung dua rival berat Chelsea, Manchester United dan Liverpool, yang notabane dimanajeri oleh sosok-sosok yang kerap terlibat adu mulut dengan Mourinho di media. Kedua tim itu dinilai Grant sama-sama tak bisa menangani cedera pemainnya.
"Sama saja seperti Manchester United (yang kalah) lawan Bolton ketika tanpa Wayne Rooney. Bahkan Liverpool, tanpa Yossi Benayoun, kalah lawan Reading," ceplos manajer asal Israel tersebut.
Racikan Grant buat "Si Biru" sampai saat ini terbukti ampuh untuk membawa klub London itu perlahan kembali menapaki jalur persaingan Premiership --Chelsea kini bercokol di posisi tiga. Di ajang Liga Champions, John Terry cs pun sudah memastikan satu tiket fase knock-out dengan satu pertandingan sisa. Sangat wajar kalau Grant membanggakan raihannya.
"Kami punya skuad besar, namun klub lain juga begitu. Kami menggunakan pemain kami sesuai dengan kepentingan klub. Dalam kurun waktu singkat kami pernah kehilangan banyak pemain karena cedera, namun para pemain tetap mampu melakukan apa yang diperlukan," tandas Grant.
Baru sekadar permulaan dari sebuah jilid baru perang urat syaraf di Premiership?
(krs/a2s)











































