Sudah rahasia umum jika tim-tim top Inggris menjadikan Piala Liga sebagai ajang untuk mengasah para pemain muda atau pelapisnya, lebih-lebih jika masih di babak-babak awal.
Namun pada akhirnya titel juara apapun adalah sebuah kebanggaan. Kalau sudah sampai di babak semifinal, kenapa harus tanggung-tanggung dan menjadi tak berselera untuk mengangkat piala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duel dua tim berkostum biru akan digelar lebih dulu. Di leg pertama, Rabu (9/1/2008) dinihari WIB, Chelsea akan menjadi tuan rumah untuk Everton. Keesokan harinya giliran Arsenal menjamu rival London Utara-nya, Spurs, di Emirates Stadium.
Di atas kertas The Blues memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan The Toffees. Salah satu faktornya adalah mereka belum pernah kalah di kandangnya sendiri di musim ini. Dari 16 kali bermain di depan publiknya, Michael Essien dkk menang 10 kali dan seri enam kali.
Performa Chelsea juga cukup stabil, walaupun sebagian kalangan menilai permainan mereka membosankan -- sebagian lainnya lebih suka menggunakan terminologi 'efektif'. Menetap di posisi tiga besar di klasemen Premiership adalah bukti lainnya.
Everton tidak terlalu konsisten, tapi mereka selalu menjadi tim kuda hitam yang tak bisa dipandang sebelah mata. David Moyes dikenal sebagai motivator yang ciamik untuk menggelorakan semangat anak-anak buahnya.
Motivasi yang paling kuat saat ini adalah kenyataan pahit yang baru dialami Andrew Johnson tiga hari lalu. Mereka disingkirkan klub divisi rendah, Oldham, di Piala FA. Alangkah tidak enaknya jika dalam dua laga berturut-turut Everton kehilangan dua kesempatan meraih tropi juara β- boro-boro mengejar titel di liga.
Tentang derby London Utara, ini adalah ulangan tahun lalu ketika Arsenal menyingkirkan Spurs di babak semifinal. Kala itu Spurs sempat unggul 2-0 sebelum disamakan 2-2 di leg pertama di White Hart Lane, lalu kalah 3-1 di leg kedua.
Spurs semestinya memiliki motivasi berlipat ganda untuk mengalahkan musuh bebuyutannya itu kali ini. Pelatih Juande Ramos pastinya tak mau menjadi pecundang dua kali dari Arsene Wenger, setelah pada pertemuan pertama mereka di Premiership, Spurs menyerah 1-2 di Emirates Stadium pada 22 Desember, yang menjadikan Spurs selalu kalah dari dua pertemuan mereka di musim ini.
Menyangkut Arsenal, tim ini tak diragukan lagi tengah difavoritkan di setiap kompetisi yang diikutinya. Jika meraih treble sebuah keniscayaan buat Cesc Fabregas dkk, maka Piala Carling adalah yang terdekat buat mereka saat ini.
(a2s/arp)











































