Tak diketahui apa penyebab pasti keributan antara dua pemain tersebut. Namun insiden yang terjadi jelang berakhirnya pertandingan itu jelas memperburuk kondisi internal Arsenal, yang pastinya mendapat pukulan telak usai menderita kekalahan dengan skor besar.
Peristiwanya terjadi saat The Gunners tertinggal 1-4 dan dalam posisi menyerang untuk memanfaatkan tendangan sudut. Adebayor yang belum lama masuk sebagai pemain pengganti tiba-tiba terlibat saling dorong dengan Bendtner, yang di babak pertama justru mencetak gol bunuh diri, di tiang jauh kotak penalti Spurs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketegangan tersebut juga tak berlangsung lama karena segera dilerai William Gallas. Bendtner kemudian terlihat "dimarahi" sang kapten, sementara Eduardo da Silva dan Bacary Sagna berusaha menarik Adebayor mundur.
Melihat ada ketidakberesan wasit pun datang menghampiri mereka berdua dan memberi teguran, meski tak memberikan hukuman kartu. Pertandingan pun dilanjutkan dengan Cesc Fabregas mengambil tendangan sudut.
"Mereka tahu kalau mereka telah membuat kesalahan dan mereka harus menjelaskan kenapa mereka melakukan itu. Saya tak tahu pasti apa yang terjadi. Saya pikir semua merasa kecewa dengan skor akhir. Itu sangat sulit diterima," ungkap Gallas di The Sun.
Saat dimintai komentar soal insiden tersebut, Wenger enggan berkomentar. "Saya tak tahu apa yang Anda bicarakan," seru 'Si Profesor' singkat.
Kekalahan 1-5 di White Hart Lane, Rabu (23/1/2008), ini merupakan yang pertama diderita Arsenal atas Spurs dalam hampir sembilan tahun terakhir. Kemenangan terakhir Lilywhites atau saudara sekotanya itu terjadi pada 7 November 1999, saat itu skor akhir pertandingan adalah 2-1. (din/din)











































