Pesta 'Juara' Spurs

Pesta 'Juara' Spurs

- Sepakbola
Rabu, 23 Jan 2008 10:50 WIB
Pesta Juara Spurs
London - Mengalahkan Arsenal dengan skor fantastis membuat fans Tottenham Hotspur menggelar pesta layaknya jadi juara. Dengan adanya Juande Ramos, selebrasi itu mungkin memang tinggal menunggu waktu.

Di White Hart Lane, Rabu (23/1/2008), gol-gol dari Jermaine Jenas, Robbie Keane, Aaron Lennon dan Steed Malbranque serta "bonus" dari gol bunuh diri Nicklas Bendtner mengantar Spurs meraih kemenangan dengan skor 5-1. Inilah kemenangan pertama Lilywhites atas The Gunners dalam sembilan tahun terakhir atau sejak 7 November 1999.

Bukan cuma itu yang didapat Spurs dalam pertandingan dinihari tadi. Kemenangan dengan skor 5-1 juga menjadi kemenangan dengan margin terbesar setelah hasil 5-0 yang mereka dapat di Liga Inggris pada 4 April 1983.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak salah kalau kemudian fans Spurs menggelar pesta layaknya sudah jadi juara untuk merayakan sukses besar yang diraih timnya. Hingga satu jam setelah pertandingan usai, suasana sekitar White Hart Lane masih meriah dengan selebrasi dan euforia sukses tersebut.

"Fans sangat gembira karena sudah lama sekali mereka tak melangkah ke final. Dan bisa berada di sana setelah mengalahkan Arsenal terasa lebih memuaskan. Mereka klub besar di Eropa dan (berasal) dari kota yang sama. Juga skor pertandingan dan fakta bahwa kami sudah lama tidak mengalahkan mereka, rasanya hebat," ungkap pelatih Juande Ramos di TheSun.

Masih ada satu laga ekstra berat yang harus dilalui Ledley King cs sebelum menjadi kampiun Piala Liga. Di final mereka akan kemungkinan besar menghadapi raksasa Inggris lainnya, yang juga asal London, Chelsea, yang diperkirakan tak akan kesulitan saat menghadapi Everton nanti malam.

Ditambah statusnya sebagai juara bertahan, Chelsea jelas sangat layak diunggulkan. Tapi Spurs bukannya tak punya peluang, apa yang mereka raih atas Arsenal adalah bukti nyata kalau mereka bisa mengakhiri keringnya titel juara setelah terakhir merengkuh gelar di ajang yang sama musim 1998-1999.

Nama Juade Ramos adalah salah satu syarat untuk tidak menutup begitu saja peluang Spurs. Selain dikenal dengan spesialisasi kompetisi nonliga saat membesut Sevilla, dalam tiga tahun terakhir pelatih Spanyol ini selalu berhasil menjadi juara jika sudah berada di final.

Dua gelar Piala UEFA, serta masing-masing satu tropi Super Eropa, Copa del Rey dan Super Copa Spanyol adalah raihan yang harusnya diperhatikan Avram Grant dan pasukan birunya pada laga final di Stadion Wembley, 24 Februari mendatang. (din/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads