Apa Lagi Kali ini, Rafa?

Apa Lagi Kali ini, Rafa?

- Sepakbola
Minggu, 17 Feb 2008 03:23 WIB
Apa Lagi Kali ini, Rafa?
Liverpool - Tersingkirnya Liverpool dari klub kecil di Piala FA boleh jadi merupakan puncak performa mengecewakan The Reds di musim ini. Bagaimana Rafael Benitez mempertanggungjawabkannya?

Hati puluhan ribu publik Anfield, juga jutaan fans mereka di seluruh dunia, dipastikan patah saat menyaksikan tim elit kesayangannya ini terjerembab di tangan klub divisi II (divisi Championship) bernama Barnsley di putaran kelima Piala FA.

Pada pertandingan yang sesungguhnya mereka dominasi, Sabtu (16/2/2008), Sami Hyypia kalah 1-2. Gol Dirk Kuyt di babak pertama tidak mampu dipertahankan, bahkan dibalas dua kali lewat sundulan Stephen Foster di menit 57 dan tendangan Brian Howard di menit terakhir!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekalahan tragis ini menggunungkan rasa frustasi karena tinggal Liga Champions harapan tersisa buat Liverpool meraih tropi juara. Mereka sudah masuk kotak di Piala Carling -- ditekuk Chelsea di perempatfinal-- dan sudah bisa dikatakan mustahil memenangi Premier League.

Benitez sang manajer pun tak habis pikir dengan ketidakberuntungan yang masih saja menggelayuti timnya. Ia pun tak punya pembelaan apa-apa ketika anak-anak buahnya sudah berusaha maksimal, menghasilkan amat banyak peluang, tapi hanya gol yang tak bisa didapat. Untuk kesekian kalinya ia mengeluhkan betapa timnya teramat sulit mencetak gol.

"Sangat susah (menggambarkan perasaan saya). Anda pun pasti merasa frustasi hari ini," tuturnya sesuai pertandingan. "Dalam hal etos kerja, tak ada yang perlu Anda katakan. Semua pemain telah melakukannya."

"Mereka bekerja sangat keras, kami memiliki banyak kesempatan. Tapi sekali lagi situasinya sama seperti beberapa pertandingan lain. Kami mengendalikan permainan tapi tak bisa menuntaskannya," sambung Benitez, yang timnya kini hanya menang tiga kali dari 11 laga terakhir.

Liverpool, tambahnya, tak punya cara lain kecuali melanjutkan langkah yang masih bisa diayun. Dan Inter Milan adalah titik terdekat yang harus mereka bidik, dalam rangka menyimpan kesempatan menjejak tangga yang tinggi di Liga Champions, sekaligus mungkin menyelamatkan Benitez di kursinya saat ini.

"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan selanjutnya. Kami tahu betapa pentingnya laga (melawan Inter) ini. Jadi, kami harus tetap menegakkan kepala," tandasnya.

(a2s/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads