Steele dan Dongeng Barnsley

Steele dan Dongeng Barnsley

- Sepakbola
Minggu, 17 Feb 2008 09:51 WIB
Steele dan Dongeng Barnsley
Liverpool - Luke Steele adalah sosok yang paling "disalahkan" Rafael Benitez atas kekalahan Liverpool di babak kelima Piala FA dari sebuah klub kecil yang baru saja menciptakan sebuah dongeng: Barnsley.

"Kesalahan" Steele di mata Benitez adalah dia terlalu sering menggagalkan serangan anak-anak The Reds, sehingga dari sekian banyak peluang yang diperoleh hanya satu yang membuahkan gol, yaitu yang dicetak Dirk Kuyt di menit 32.

Makin sial untuk Liverpool, kiper kedua mereka, Charles Itandje, harus memungut bola dari gawangnya dua kali, dari tidak banyaknya peluang Barnsley. Yang pertama dari sundulan Stephen Foster di menit 57, yang kedua tendangan Brian Howard dari depan kotak penalti di menit terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan menarik buat Steele, pertandingan di Anfield tadi malam itu adalah aksi pertamanya buat Barnsley! Ia baru tiga hari menjadi anggota The Tykes dengan status pinjaman dari West Bromwich Albion.

"Kiper mereka adalah perekrutan yang sangat bagus karena dialah man of the match dan melakukan beberapa penyelamatan gemilang," ungkap Benitez sekaligus memuji kiper berusia 23 tahun itu seperti dikutip AFP.

Steele, yang mengaku baru mengenal teman-teman barunya di Barnsley, tak kuasa pula menyembunyikan perasaan bahagia.

"Terakhir saya main sekitar dua bulan lalu. Jadi tentu saja saya sangat senang bisa memperoleh kesempatan bermain di sini, di Anfield," tukas kiper yang pernah dimiliki Manchester United antara 2002-2006 itu, tapi tak pernah dimainkan sehingga dipinjamkan ke Coventry City dan dijual ke WBA pada 2006.

"Teman-teman bertahan dengan luar biasa. Mereka tentu saja berada di bawah tekanan karena Liverpool adalah tim yang amat bagus," sambung dia.

Kepahlawanan Steele adalah bagian dari sukses besar klub yang bahkan sedang berjuang menjauhi zona degradasi di klasemen divisi Championship. Tak heran jika pelatih Simon Davey menyebut kemenangan timnya ini sangatlah istimewa.

"Ini sebuah dongeng. Ini adalah yang menjelmakan mimpi-mimpi," tukasnya kepada SkySports News. "Kredit untuk para pemain, mereka bermain fantastis dari menit pertama dan kini mereka memperoleh ganjarannya. Mereka lolos ke babak berikutnya."

Berdiri tahun 1887, Barnsley pernah memenangi Piala FA satu kali di tahun 1912, dan runner up dua tahun sebelumnya. Namun "habitat" mereka bukanlah di divisi top Liga Inggris. Musim terakhir mereka berada di Premier League adalah 1997-1998, sebelum terdegradasi lagi di akhir musim tersebut.

Terkait Liverpool, Barnsley sebelumnya hanya menang tiga kali tapi kalah 12 kali dari 20 pertemuan mereka. Perjumpaan terakhir mereka adalah di bulan November 1997 di level Premier League. Saat itu Barnsley menang 1-0 lewat gol tunggal Ashley Ward, yang menjadikan momen tersebut sebagai kemenangan pertama mereka di Anfield -- sebelum diulangi lagi tadi malam.

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads