Aksi desakan untuk menjual Liverpool ini tampak dilakukan oleh para suporter fanatik The Reds saat mendukung tim kesayangannya bermain menghadapi West Ham, Rabu (5/3/2008) waktu setempat.
Dilansir oleh YahooSports, di masa jeda pertandingan, Liverpudlians tetap duduk di kursinya dan mulai menyanyikan lagu-lagu yang meminta Hicks dan Gillet keluar dari Liverpool. "Liverpool FC berada di tangan yang salah," seru mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibawa-bawanya nama Dubai adalah terkait dengan penolakan Gillet dan Hicks terhadap tawaran Dubai International Capital (DIC) untuk mengakuisisi Liverpool. Padahal, lembaga keuangan milik pemerintah Uni Emirat Arab itu siap membayar Rp 7,2 triliun untuk menguasai The Reds. Beberapa Liverpudlian memang kemudian mendukung upaya akuisisi DIC tersebut.
Cara duet Hicks dan Gillet mengendalikan Liverpool memang mengundang kemarahan para fans. Kebencian bermula dari proses pembelian Liverpool dengan memakai dana utang yang kemudian dibebankan ke Liverpool.
Kegagalan Liverpool memulai pembangunan stadion baru tahun lalu, dan kemudian ditambah dengan rencana mengganti manajer Rafa Benitez, yang populer di mata suporter, turut menyumbangkan tambahan ketidaksukaan fans.
(arp/krs)











































