Sarkozy berkunjung ke Inggris dalam rangka menghadiri KTT Inggris-Prancis. Selain Sarkozy, pertemuan tingkat tinggi itu tentunya juga dihadiri oleh Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown. KTT Inggris-Prancis dilangsungkan mulai Rabu (26/3/2008) di Stadion Emirates, markas Arsenal.
Sebelum menghadiri hari ke-2 KTT, Kamis (27/3), Sarkozy dan Brown dibawa oleh Wenger mengelilingi kompleks stadion megah berkapasitas 60 ribu penonton di kawasan London utara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wenger sendiri merasa sangat bangga bisa menyambut Sarkozy dan Brown. "Ini adalah kehormatan besar bagi Arsenal untuk menjadi tuan rumah pertemuan seperti itu," kata Wenger seperti dikutip Sportinglife.
Hubungan diplomatik Inggris dan Prancis sendiri selalu diwarnai pasang-surut. Meski memiliki relasi sangat dekat, kedua negara kadang berbeda pendapat mengenai beberapa isu internasional.
"Ini merupakan sebuah langkah bersahabat untuk menuju kerjasama yang baik antara Inggris dan Prancis karena Arsenal menjadi semacam simbol kecil untuk itu. Karenanya, kami sangat bangga dan saya berusaha yang terbaik untuk membuat mereka nyaman," imbuh pria berkebangsaan Prancis itu.
Pemilihan Arsenal sepertinya memang tepat. Di klub London itu, aroma Prancis sangat kental. Selain manajer yang berasal dari Prancis, sejumlah pemain 'Negeri Anggur' juga bermain bagi The Gunners.
Wenger, seorang sarjana ekonomi, terlihat sangat tertarik kepada isu-isu politik. Apakah ingin pindah haluan setelah nanti tak lagi menjadi manajer sepakbola, Monsineur?
"Saya sudah punya cukup banyak masalah dalam menangani sebuah klub," gurau Wenger.
"Saya suka politik karena itulah yang membentuk hidup kita. Politik memiliki pengaruh yang besar dalam hidup kita," ucap Wenger serius.
Foto: Dari kiri ke kanan: Wenger, Brown dan Sarkozy (AFP/Matt Dunham)
(arp/krs)











































