Bermain sebagai pemain cadangan, Walcott tak bisa membawa kemenangan buat "Tim Gudang Peluru" ketika menghadapi "Si Merah", dalam laga kedua perempatfinal Liga Champions, Rabu (9/4/2008) dinihari WIB. Tapi penyerang yang genap berusia 19 tahun pada 16 Maret tersebut sukses menjadi kreator satu gol buat Arsenal, walau baru dimainkan sejak menit 73.
Lebih luar biasa lagi, gol tersebut dikreasikannya dengan penetrasi dan kelincahan luar biasa, yang mirip dengan proses gol Michael Owen ke gawang Argentina pada Piala Dunia 1998, atau Maradona ketika membobol gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Bedanya, Walcott hanya jadi pengumpan dan bukan pencetak gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lari Theo luar biasa, dengan sodoran umpan hebat di akhirnya. Dia adalah pemain hebat dan terus berkembang setiap saat. Saya pikir dia akan menjadi salah satu pemain terbaik di Inggris," komentar rekan satu tim Walcott di Arsenal, Kolo Toure.
Penyerang Emmanuel Adebayor yang memetik gol sebagai buah dari dribble luar biasa Walcott itu pun mengaku sangat menyenangi duetnya bersama pemain muda tersebut di lini depan Arsenal.
"Untuk beberapa bulan ini, Theo sedang cemerlang. Dia sangat cepat dan memainkan sepakbola yang bagus. Bermain bersamanya di depan benar-benar luar biasa," lugas pemain asal Togo tersebut.
Sayang buat Walcott, aksinya dalam melewati pemain lawan dan lantas mengirim umpan matang tersebut luput dari pengamatan langsung pelatih Inggris Fabio Capello, yang sudah meninggalkan stadion. Meski demikian pria asal Italia tersebut niscaya sudah melihat aksinya via televisi.
Kini, "Theodona" akan mencoba mengulang aksinya, ketika Arsenal melawat ke kandang Manchester United dalam lanjutan laga Premiership akhir pekan ini.
(krs/roz)











































