Moskow 21 Mei 2008, Terry memiliki kesempatan besar untuk membawa Chelsea menjadi jawara Liga Champions. Bek tengah itu mengambil tendangan 12 pas dalam babak adu penalti menghadapi Manchester United. Bila sepakan Terry masuk, The Blues akan mengunci piala tersebt.
Tapi apa lacur, Terry sedikit terpeleset dan bola hasil tendangannya gagal menembus gawang. MU kemudian berhasil membalikkan keunggulan dan akhirnya jadi juara berkat kemenangan 6-5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pagi saya bangun dan (penalti) itulah hal pertama yang muncul di benak saya. Saya masih memikirkannya," aku Terry seperti diwartakan AFP.
"Saya masih sangat kecewa dengan hal itu. Tapi musim lalu saya bisa bilang bahwa saya seorang pria dewasa dan punya karakter hebat. Semuanya tergantung saya untuk menanganinya," lanjut kapten berusia 27 tahun itu lagi.
Tepan sepekan setelah partai itu, Terry mendapat sedikit hiburan bersama timnas Inggris. Pemain berposisi bek tengah tersebut mencetak gol kemenangan 1-0 The Three Lions melawan Amerika Serikat.
Hal itu diakui Terry cukup bisa mengurangi rasa duka akibat kegagalan menjuarai Liga Champions. Tapi pemain dengan 44 caps Inggris itu masih ingin menebus kesalahannya ketika Chelsea berada di tangan manajer baru, Luiz Felipe Scolari.
"Bermain bersama Inggris setelah (partai final) itu membantu membuat sedikit duka. Tapi semoga kami akan sukses bersama manajer dan pemain-pemain baru musim ini dan mengapus semua kenangan buruk itu," tutup Terry.
(arp/roz)











































