Minggu lalu Villa sudah memberi kesempatan kedua buat Liverpool untuk memboyong Barry, setelah kesempatan pertama hangus gara-gara klub besutan Rafael Benitez telat lima menit dari deadline yang ditetapkan The Villans.
Namun, setelah bola kini di tangan Liverpool, ketua eksekutif klub tersebut, Rick Parry, malah mengisyaratkan sebuah jalan buntu. "Harga yang minta terlalu tinggi," ungkapnya seperti dikutip AFP, Minggu (10/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besar kemungkinan Parry merasa berat untuk memenuhi permintaan harga terebut karena Liverpool telah mengeluarkan banyak uang untuk membeli Robbie Keane. Striker Republik Irlandia itu diboyong dari Tottenham Hotspur dengan ongkos 20,3 juta pounds.
Parry juga mengatakan bahwa ketidakyakinan Liverpool untuk membeli Barry seharga 18 juta pounds bukan berarti Benitez tidak direstui George Gillet dan Tom Hick. Duo pemilik klub itu ditegaskan tetap mendukung manajer asal Spanyol itu, walaupun dalam hal ini manajemen tim menilai harga untuk seorang Barry tetap saja kemahalan. (a2s/a2s)











































