Dengan statusnya sebagai salah satu pilar utama Manchester United di lini belakang, Vidic ternyata tak sepenuhnya bahagia tinggal di Inggris. Faktor cuaca menjadi kendala terbesar yang dihadapinya, yang kemudian membuat dia berpikir untuk pindah.
"Saya tak akan pernah tinggal di Inggris, itu bisa dipastikan. Anda hanya mendapat sedikit sinar matahari sebelum akhirnya tertutup mendung. Musim dinginnya tak terlalu ekstrim, tapi saat musim panas temperaturnya kadang lebih dari 20 derajat. Dan itu selalu hujan, hujan, hujan," keluh Vidic di Sportinglife.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di masa depan saya ingin menguji diri saya di liga lain. Saya memikirkan Spanyol. Setidaknya saya tak harus mengeluhkan soal cuaca," lanjut bek yang didatangkan Sir Alex Ferguson dari Spartak Moscow itu. "
Tapi masalah yang dialami Vidic bukan cuma cuaca. Pola hidup masyarakat Inggris yang dianggap terlalu serius juga dikeluhkannya, ujung-ujungnya dia tak punya waktu bersenang-senang.
"Bukan cuma cuaca yang membuat saya tidak bahagian di sini. Di Serbia dan Rusia orang-orangnya punya gaya hidup yang sama. Di Inggris benar-benar berbeda, di sini mereka tak punya waktu untuk menikmati hidup."
"Sepanjang minggu mereka bekerja sangat keras. Mereka cuma berbicara saat makan siang. Saat malam mereka pulang dan langsung menonton televisi, supaya bisa bangun cepat di hari selanjutnya. Satu-satunya waktu untuk bertemu teman hanya akhir pekan, padahal buat pesepakbola itu adalah waktu tersibuk kami," pungkas Vidic.
Jadi, kapan pindah ke Spanyol, Vidic? (din/krs)











































