Hadiah dari Doni

Hadiah dari Doni

- Sepakbola
Senin, 19 Jan 2009 11:51 WIB
Hadiah dari Doni
Bergamo - Dalam bahasa Italia, 'Doni' memiliki arti hadiah. Ketika menjadi lokomotif kemenangan 3-1 Atalanta atas Inter Milan, Cristiano Doni telah memberi hadiah untuk banyak pihak.

Doni mencetak dua gol terakhir saat membawa Atalanta membenamkan Inter di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Minggu (18/1/2009). Atalanta menjadi tim kedua yang sanggup menundukkan sang pemuncak klasemen setelah AC Milan.

Sumbangsih dua gol itu melengkapi peran besar Doni dalam pertandingan tersebut. Sebelumnya, pemain berusia 35 tahun itu memberi assist kepada Sergio Floccari untuk membuka keunggulan tuan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa terbantahkan, Doni menjadi man of the match malam itu. Situs Goal.com bahkan memberi nilai 9, alias nyaris sempurna, untuk performa pemilik tujuh caps timnas Italia tersebut.

Kebahagiaan melingkupi Atalanta karena itu adalah kemenangan pertama mereka dalam empat pertandingan terakhir. Nilai plusnya, kemenangan diraih atas klub yang sedang memimpin clasifica Seri A.

Tak hanya Atalanta yang diberi hadiah oleh 'Si Pria Hadiah'. Seri A secara keseluruhan juga harus berterimakasih kepadanya. Pasalnya, kemenangan Atalanta ini membuat persaingan di Seri A menjadi kian ketat karena selisih tim-tim papan atas makin merapat.

Dua gol Doni ke jala Julio Cesar menjadi semacam pembuktian bahwa Doni belum habis. Meski dianggap sangat berbakat, Doni sesungguhnya tak pernah beranjak dari klub-klub kelas menengah alias semenjana.

Doni termasuk pemain late bloomer alias mereka yang mekar di usia tak lagi muda. Ia baru melakoni debut Seri A bersama Brescia tahun 1998. Peruntungannya mulai menanjak ketika pada tahun yang sama ia hijrah ke Atalanta.

Di klub kota Bergamo itu, Doni mekar. Performanya sebagai trequartista sungguh ciamik. Hasilnya, satu tempat di skuad Piala Dunia 2002 Azzurri pun menjadi milik pemain kelahiran Roma 1 April 1973 itu.

Ketika tahun 2003 Doni pindah ke Sampdoria, sinarnya perlahan meredup. Sempat mencoba mengadu nasib di Liga Spanyol dengan bergabung bersama Mallorca tahun 2005, Doni hanya betah setahun sebelum akhirnya bergabung dengan Atalanta, klub yang pernah melambungkan namanya.

Performanya di Atalanta cukup stabil. Musim 2006/07 dilewatinya dengan catatan 13 gol dari 24 pertandingan dan musim berikutnya ia lalui dengan torehan 12 gol dari 29 pertandingan.

Musim ini, koleksi gol Doni sudah menyentuh angka lima dari 18 pertandingan yang sudah dimainkannya. Bila bisa mempertahankan performanya seperti ketika melawan Inter, maka Doni berpeluang melewati catatan yang digoreskannya di dua musim terakhir.

(arp/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads