Armani: Jual Milan, Jangan Kaka

Armani: Jual Milan, Jangan Kaka

- Sepakbola
Selasa, 20 Jan 2009 03:28 WIB
Armani: Jual Milan, Jangan Kaka
Milan - Panasnya rumor transfer Kaka, tidak hanya mendapat perhatian dari pemerhati sepakbola. Perancang busana kawakan Italia, Giorgio Armani, ikut angkat bicara.

Sejak didekati Manchester City dengan iming-iming transfer yang hampir 1,6 triliun rupiah, banyak pihak angkat bicara soal rumor kepindahan Kaka. Mulai dari pelatih AC Milan Carlo Ancelotti, jajaran direksi Milan, para pemain I Rossonerri, suporter dan mantan pelatih ikut berpendapat.

Kini, giliran seorang perancang busana ikut angkat bicara. Dialah Giorgio Armani, perancang busana tenar Italia. Mengapa Armani angkat bicara? Tak lain karena Kaka adalah salah satu pemain sepak bola yang sering membawakan busana keluaran rumah mode-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kaka ditransfer? Saya akan memilih untuk meminta Adriano Galliani untuk menjual klub Milan saja," kata Armani seperti diberitakan oleh Gazzetta dello Sport, dikutip dari Soccernet.

"Saya akan sangat sedih bila Kaka pergi. Dengan Kaka dan istrinya, saya memiliki hubungan yang sangat hangat. Mereka orang-orang yang luar biasa," tambah pria berusia 74 tahun ini.

Armani sadar, bahwa tawaran City sangat berat untuk ditolak. Bertolak dari rumor transfer Kaka, Armani pun mengecam kebijakan transfer jor-joran yang dilakukan oleh sejumlah klub.
Β 
"Saya tidak mengerti buat apa uang sebanyak itu buat pemain-pemain yang masih muda. Saya lebih memilih untuk membiarkan pemain-pemain muda itu tumbuh dengan normal," ujar pria kelahiran 11 Juli 1934 ini.

"Banyak orang yang memiliki uang yang sangat banyak dalam waktu yang singkat, dan di waktu-waktu mendatang mereka bisa kehilangan itu semua," tuturΒ  Armani.
Β 
"Secara keseluruhan, sistem yang sudah berjalan sudah salah. Orang membayar uang dalam jumlah yang tak masuk akal untuk aktor, fotografer, dan profesional," tambah pria yang menurut Majalah Forbes memiliki kekayaan 4,1 milyar dollar AS atau lebih dari 45 triliun rupiah ini. (din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads