Kemenangan tersebut, yang diperoleh di kandang Bologna, menggemingkan Rossoneri di posisi tiga besar klasemen sementara. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Juventus dan Inter Milan, walaupun Nerazzurri bisa menambah poin saat menjamu Sampdoria dinihari nanti.
"Dengan intensitas ini, kami bisa memenangi Scudetto," ujar tersenyum Ancelotti dengan kemenangan impresifnya itu, seperti dikutip dari Channel4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaka menyumbangkan dua gol, sedangkan dua lainnya dibuat Clarence Seedorf dan David Beckham. Pemain terbaik dunia tiga kali, Ronaldinho, untuk kedua kalinya berturut-turut dibangkucadangkan dan baru diturunkan di babak kedua.
"Seedorf menjamin lebih banyak ruang jelajah. Tapi jangan lupakan bagusnya Ronaldinho di paruh pertama musim ini. Ketika kami bermain dengan Pato, Kaka, dan Ronaldinho, kami pun memperoleh beberapa hasil yang sangat baik," jelas Ancelotti khusus tentang Ronaldinho.
Yang tak kalah istimewa adalah pelatih berusia 49 tahun ini memperoleh kado kemenangan pada pertandingannya yang ke-400 di bench Milan. Mantan gelandang timnas Italia ini sudah menukangi bekas klubnya saat menjadi pemain itu dari 2001.
"Saya sangat senang bisa merayakan pertandingan ke-400 ini dengan kemenangan besar. Kami memperlihatkan keseimbangan dan kualitas yang bagus. Kalau terus bermain dalam tingkat intensitas seperti ini, saya pikir kami bisa memenangi apapun," tegas dia.
Selama berdiri di pinggir lapangan Milan Ancelotti telah memberi satu gelar Seri A, dua trofi Liga Champions, satu Coppa Italia, satu Super Copa, dua Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.
(a2s/roz)











































