Debut Catania di Seri A terjadi pada 19 September 1954. Saat itu, hasilnya adalah Gli Elefanti dibekap Fiorentina 2-1. 400 partai dalam rentang 55 tahun terhitung sedikit karena Catania memang lebih sering berkubang di level-level bawah.
Catania menandai catatan ke-400-nya itu dengan hasil heroik. Palermo yang bertindak sebagai tuan rumah di Renzo Barbera, Minggu (1/3/2009), dibantai dengan skor 4-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol Mascara terjadi pada menit ke-44. Menerima umpan flick dari kepala Takayuki Morimoto, Mascara menggenjot bola dengan tendangan voli kaki kanan ke gawang Palermo. Gol!
Gol ini sungguh spektakuler. Situs Football Italia bahkan menyebut gol ini lebih hebat daripada gol David Beckham (Manchester United) ke gawang Wimbledon tahun 1996 atau gol Alvaro Recoba (Inter Milan) ke jala Empoli dari tendangan sudut.
Sisi spektakulernya gol Mascara terletak pada prosesnya yang kilat. Segera setelah bola mengarah kepadanya, tanpa melihat gawang lawan Mascara menendang kuat-kuat bola itu tanpa mampu ditahan Marco Amelia yang mengawal gawang lawan.
Meski berposisi sebagai gelandang, Mascara adalah sumber gol utama Catania. Gol ke jala Palermo tadi adalah gol ke-8 eks gelandang Palermo, Perugia dan Genoa itu di Seri A.
Kemenangan atas Palermo juga menjadi sejarah karena merupakan tiga angka pertama yang direbut pasukan Walter Zenga di kandang lawan dalam dua musim terakhir. Pantas bila kemudian Zenga sangat gembira dengan kemenangan ini.
"Menyebalkan ketika mendengar bahwa kami belum pernah menang tandang dalam dua tahun belakangan. Akhirnya kemenangan ini datang dan kami juga senang bagi para fans dan para staff," ujar Zenga di Goal.
Catania kini duduk di peringkat ke-13 dengan koleksi 33 poin. Secara matematis, sebuah tim yang ingin aman dari jeratan degradasi harus merebut 40 angka. Artinya, tujuh angka tersisa menjadi tugas dari Mascara dkk untuk direngkuh.
(arp/a2s)











































