Ibra datang ke Inter pada musim panas tahun 2006 dari Juventus. Tiga musim berseragam 'Biru Hitam', tiga gelar juara Seri A hadir ke lemari trofi Inter.
Kondisi itu membuat Ibrahimovic mengklaim bahwa dirinya adalah aktor tunggal kesuksesan Inter. Pernyataan pemain asal Swedia itu mendapat respon dari Interisti garis keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Caravita mengakui bahwa Ibrahimovic memainkan peran besar dalam hadirnya gelar Seri A. Namun ada beberapa sikap striker berjuluk Ibracadabra itu yang dinilai melukai hati.Β
Sikap tersebut adalah ketika Barca meminta pindah ke Barcelona, selebrasi gol yang kurang bisa diterima suporter, dan aksinya mencium lambang Barca ketika resmi pindah ke klub tersebut.
Ibra dalam waktu dekat akan kembali ke Stadion Giuseppe Meazza, ke hadapan para Interisti. Pasalnya, di kompetisi Liga Champions musim ini Nerazzuri dan Azulgrana berada dalam satu grup.
"Sudah tentu akan ada perlakukan bagi Ibra. Ia pantas tidak menerima perhatian dari kami, mengingat bagaimana cara ia meninggalkan kami."
"Kami akan membentangkan spanduk untuknya, namun kami tidak akan menghujatnya," demikian ujar Caravita tentang "persiapan" Curva Nord dalam menyambut mantan pemain pujaannya itu.
Laga antara Inter melawan Barca di Stadion Giuseppe Meazza digelar 16 September.
(nar/mrp)











































