Parma akan menerima jamuan Inter yang sedang dalam kondisi terbaiknya usai kemenangan telak 4-0 dari AC Milan dalam derby dua pekan lalu. Dengan skuad mumpuni dan pelatih jempolan dalam diri Jose Mourinho niscaya bikin La Beneamata di atas angin dan diprediksi bakal menang mudah.
Tapi bukan berarti Parma selaku tim promosi musim ini akan menyerah begitu saja dan membiarkan Inter dengan mudah merebut tiga poin. Paloschi sadar kalau Inter adalah favorit juara musim ini dan tim nomor satu di Italia, namun tak berarti Javier Zanetti dkk tak bisa dikalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak berpikir kalau ada tim yang tidak bisa dikalahkan. Kalau memang ada, buat apa kita bertanding di lapangan," tukas Paloschi kepada Football-Italia.
Penyerang usia 19 tahun itu berpikir kalau setiap tim mempunyai posisi yang sama saat laga belum dimulai terlepas dari prediksi siapa yang bakal menang. Baginya yang perlu dilakukan Parma adalah bermain dengan cara mereka sendiri.
"Setiap laga mempunyau ceritanya sendiri dan kami belum lah kalah selama pertandingan itu belum dimulai. Kami tetap harus membuat segalanya mudah dan bermain dengan cara yang kami tahu," analisanya lebih lanjut.
Meski tidak diunggulkan, Inter pun harus berhati-hati kepada Parma karena hasil dua laga awalnya di Seri A musim ini pun tak terlalu buruk. Penghuni Ennio Tardini itu memiliki empat poin, sama dengan calon lawannya itu dan berada di posisi keenam, selisih satu tangga di bawah Inter yang selisih golnya lebih baik.
"Yang terpenting kami harus mengeluarkan seluruh kemampuan kami dan tidak boleh takut," pungkasnya.
(mrp/arp)











































