Dalam laga kontra Parma, Minggu (13/9/2009), Inter yang bertindak sebagai tuan rumah sempat kesulitan menembus gawang Parma selama lebih dari sejam. Namun, Samuel Eto'o dan Diego Milito memecah kebuntuan di 20 menit akhir laga dan memastikan kemenangan Nerazzuri.
Sebuah modal yang baik untuk melawan Barca pada laga perdananya di Liga Champions musim ini. Apalagi memang fokus perhatian Inter dalam dua minggu terakhir ini relatif terpusat pada pertandingan itu mengingat sang lawan adalah juara bertahan dan pemegang gelar Treble Winners.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bisa mulai berpikir mengenai Barcelona begitu usainya laga melawan Parma ini. Tapi kami tidak mau mempunyai masalah, kami hanya perlu mempersiapkan diri secara baik dan turun di laga itu dengan cara yang terbaik," sambungnya.
Untuk Eto'o, golnya melawan Parma adalah yang kedua di Seri A, setelah mencetak golΒ pada pekan pertama melawan Bari. Sebelumnya, Eto'o mencetak gol perdananya saat Inter kalah 1-2 dari Lazio di ajang Super Italia. Total tiga gol dari empat penampilan awalnya sedikit bisa membuktikan dirinya seorang penyerang haus gol.
Penampilan apik Eto'o itu bisa jadi 'vitamin tambahan' bagi striker Kamerun itu guna menghadapi mantan klubnya pada pertengahan pekan ini. Tak heran jika Jose Mourinho pun memuji pemain yang baru didatangkan ke Giuseppe Meazza musim panas ini.
Tapi, Eto'o pun lantas tak besar kepala karena pujian Mourinho itu dan lebih ingin menunjukkan kemampuannya di lapangan.
"Saya ucapkan banyak terma kasih untuk Mourinho, tapi saya tidak mau membandingkannya dengan Guardiola. Saya hanya bisa bilang kalau suatu kehormatan bisa jadi bagian dari skuad ini dan bekerja dengannya setiap hari," tuntas pria 28 tahun itu. (mrp/arp)











































