'Usai Parma, Kini Barca'

'Usai Parma, Kini Barca'

- Sepakbola
Senin, 14 Sep 2009 00:11 WIB
Usai Parma, Kini Barca
Milan - Inter Milan menuntaskan laga melawan Parma dengan tiga poin di tangan. Kini saatnya La Beneamata menatap laga besar di Liga Champions midweek ini kontra Barcelona.

Dalam laga kontra Parma, Minggu (13/9/2009), Inter yang bertindak sebagai tuan rumah sempat kesulitan menembus gawang Parma selama lebih dari sejam. Namun, Samuel Eto'o dan Diego Milito memecah kebuntuan di 20 menit akhir laga dan memastikan kemenangan Nerazzuri.

Sebuah modal yang baik untuk melawan Barca pada laga perdananya di Liga Champions musim ini. Apalagi memang fokus perhatian Inter dalam dua minggu terakhir ini relatif terpusat pada pertandingan itu mengingat sang lawan adalah juara bertahan dan pemegang gelar Treble Winners.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laga Inter melawan Barca adalah yang terpenting karena itu adalah pertandingan pertama kami di Liga Champions, namun saya pikir setiap laga adalah penting," ujar Eto'o usai pertandingan di situs resmi klub.

"Kami bisa mulai berpikir mengenai Barcelona begitu usainya laga melawan Parma ini. Tapi kami tidak mau mempunyai masalah, kami hanya perlu mempersiapkan diri secara baik dan turun di laga itu dengan cara yang terbaik," sambungnya.

Untuk Eto'o, golnya melawan Parma adalah yang kedua di Seri A, setelah mencetak golΒ  pada pekan pertama melawan Bari. Sebelumnya, Eto'o mencetak gol perdananya saat Inter kalah 1-2 dari Lazio di ajang Super Italia. Total tiga gol dari empat penampilan awalnya sedikit bisa membuktikan dirinya seorang penyerang haus gol.

Penampilan apik Eto'o itu bisa jadi 'vitamin tambahan' bagi striker Kamerun itu guna menghadapi mantan klubnya pada pertengahan pekan ini. Tak heran jika Jose Mourinho pun memuji pemain yang baru didatangkan ke Giuseppe Meazza musim panas ini.

Tapi, Eto'o pun lantas tak besar kepala karena pujian Mourinho itu dan lebih ingin menunjukkan kemampuannya di lapangan.

"Saya ucapkan banyak terma kasih untuk Mourinho, tapi saya tidak mau membandingkannya dengan Guardiola. Saya hanya bisa bilang kalau suatu kehormatan bisa jadi bagian dari skuad ini dan bekerja dengannya setiap hari," tuntas pria 28 tahun itu. (mrp/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads