Tujuh tahun silam Drogba masih bukan siapa-siapa. Pemain Pantai Gading yang kini menjadi bintang tersebut masih bermain di klub semenjana Liga Prancis, Guingamp.
Namun bakatnya sudah tercium hingga luar Prancis, tepatnya Italia. Chievo Verona adalah klub yang ketika itu terus memantau bakat Drogba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat penampilannya dan segera paham seperti apa tipikal permainannya."
Namun faktanya, Drogba tak pernah berseragam I Mussi Volanti. Apa yang membuat tim berseragam utama kuning itu gagal merekrut Drogba? "Harga yang dia minta menurut kami terlalu mahal. Kami butuh waktu lama untuk berpikir keras sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah rencana kami," lanjut Sartori.
Kegagalan ini merupakan hal yang paling disesali Sartori yang tahun ini genap seperempat abad mengabdi di Chievo.
Meski begitu, Sartori juga memiliki beberapa hal yang bisa dibanggakan. "Pemain-pemain yang dulu pernah di klub ini seperti Nicola Legrottaglie, Simone Barone, Andra Barzagli, dan Simone Perotta kini telah menjadi pemain tim nasional Italia. Ini merupakan kepuasan tersendiri bagi saya," ujar pria yang menjabat sebagai direktur olahraga Chievo sejak tahun 1992 itu.
"Bagi saya, 25 tahun merupakan sebuah keabadian. Ibaratnya, ini merupakan pernikahan jilid dua bagi saya," tuntasnya.
(nar/key)











































