Perugia Ancam Sudahi Kompetisi
Senin, 19 Apr 2004 13:36 WIB
Jakarta - Kemarahan Presiden Perugia Luciano Gaucci semakin menjadi-jadi ketika timnya kalah 2-3 dari Sampdoria di Luigi Ferraris semalam. Ia lalu mengancam bahwa Il Grifoni takkan melanjutkan kompetisi.Alasan Gaucci tetap sama dengan beberapa pernyataan sebelumnya: wasit. Kesabarannya habis karena merasa timnya selalu dirugikan oleh korps pengadil lapangan hijau itu. Semalam ia kesal karena dua kali skuad Serse Cosmi tidak diberi hadiah penalti yang menurutnya sangat pantas.βSetiap minggu kami bermain melawan 14 pemain dan akan terus seperti itu,β keluhnya. βAnda boleh melakukan satu-dua kesalahan, tapi setelah 30 pertandingan, saya bisa katakan bahwa 28 di antaranya keputusan wasit telah merugikan kami dan jelas-jelas turnamen ini telah dirusakβ¦ Saya tidak tahan lagi.ββSaya bicara dengan anakku yang juga menonton pertandingan itu. Mereka bilang, kalau terus-menerus seperti ini maka tindakan terbaik yang bisa kami lakukan adalah menarik tim dari kejuaraan ini,β tambah Gaucci dalam Football Italia, Senin (19/4/2004).Ditambahkannya, rencana ini memang tidak dikonsulitasikan dengan pelatih Cosmi. Namun ancaman mogok baru benar-benar akan dilaksanakan apabila telah memperoleh persetujuan dari dewan kota dan para tifosi.Perugia saat ini terpuruk di urutan 17 klasemen sementara. Mereka secara matematis belum terdegradasi ke Seri B karena masih punya empat pertandingan sisa yang mungkin saja bisa dimenangkan, yakni melawan Brescia, Juventus, Roma, dan Ancona.Gaucci selama ini dikenal sebagai sosok kontroversial. Mulutnya yang cerewet soal wasit mungkin hanya bisa ditandingi Presiden AS Roma Franco Sensi. Ia juga doyan bikin sensasi, misalnya merekrut pemain Asia yang kurang berprestasi, Al Saadi Ghadaffi, dan sempat ngotot ingin merekrut pemain wanita β belakangan tidak diizinkan FIFA. Jika ancaman mogok diteruskan, ada kemungkinan Perugia bakal menerima sanksi dari liga, termasuk βmempercepatβ proses pendegradasian tim ini. Gaucci, yang juga pemilik klub Seri B Catania, mengaku tidak takut dengan hukuman tersebut.βItu tidak penting. Yang penting adalah jangan memberi kepuasan pada mereka yang telah merusak kami,β jawabnya. βKalau ya kami diturunkan ke Seri B maka itu bukan salah saya, melainkan mereka yang bertanggung jawab atas kerusakan tim ini.β (a2s/)











































