Roma menutup Seri A musim ini dengan finis runner-up. Il Lupi ketinggalan dua angka dari Inter Milan yang akhirnya menjadi juara.
"Kami memberikan Inter kesulitan hingga akhir musim, hingga akhirnya merekalah yang juara. Inter bagaikan tank," ujar gelandang Daniele De Rossi seperti dikutip dari Football-Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini Roma ibratnya baru menanam. "Kami bangga karena kami mampu membuat perebutan gelar terus berlangsung hingga akhir musim. Kami bahagia dengan sambutan fans. Kami memang buruk mendekati akhir musim. Tapi ini merupakan investasi terbaik yang kami lakukan untuk masa depan," tandas direktur Roma Gian Paolo Montali.
"Kami berharap dengan materi tim seperti yang kami miliki, yang berhasil bersaing seara ketat, cepat atau lambat bakal meraih scudetto," timpal De Rossi.
Tanpa mengecilkan perjuangan para punggawa Giallorossi, namun pelatih Claudio Ranieri layak disebut sebagai aktor dari kebangkitan Roma. "Apakah Claudio Ranieri tetap menukangi Roma? Ya, itu sudah jelas," tukas Montali
(nar/mrp)











































