Sejauh ini, Roma memang baru menambah lima pemain baru. Selain Adriano, Giallorossi mendapatkan Ahmed Barusso dari Rimini, Fabio Simplicio (Palermo) dan meminjam Giullermo Burdisso (Rosario Central) dan Aleandro Rosi (Siena).
Adriano jelas jadi nama terbesar di antara lima punggawa anyar itu. Tapi sesungguhnya Roma sedikit berjudi dengan menggaet striker berkebangsaan Brasil berusia 28 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya, Adriano akan kembali ke Italia, tanah yang sempat memberinya trauma saat memperkuat Inter Milan. Bila Adriano gagal mengatasi 'hantu-hantu' masa lalunya, bukan tidak mungkin ia malah akan jadi beban Roma alih-alih jadi aset.
Belum lagi masalah kebugaran. Adriano datang ke klub ibukota Italia itu dalam kondisi kelebihan berat badan. Meski berjanji akan segera mencapai kondisi terbaik, Adriano baru menyumbangkan satu gol di ujicoba pramusim Giallorossi.
Meski begitu, pelatih Roma Claudio Ranieri yakin kalau Adriano akan kembali ke puncak permainannya dan akan jadi senjata andalan si 'Kuning Merah' untuk berprestasi.
"Saya siap berjudi dengan Adriano. Setelah beberapa pekan pertama bekerja (bersama) saya yakin dia akan kembali ke bentuk terbaiknya," tukas Ranieri suatu ketika.
"Saya berharap dia bisa jadi perekrutan terbesar di bursa transfer musim panas," harap Ranieri.
(arp/mrp)











































