Di Milan Ibra berstatus sebagai pendatang baru. Namun demikian itu tak mempengaruhi Ibra dalam beradaptasi dengan klub barunya tersebut. Terbukti Ibra sudah mencetak lima gol dari enam penampilannya di seluruh kompetisi ini.
Sedikit fakta di atas sudah memperlihatkan bagaimana peran Ibra di tim asuhan Massimo Allegri. Meski tak menghilangkan cibiran juga bahwa Milan mulai bergantung pada kehebatan mantan penyerang Barcelona itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taktiknya simpel saja: Kami harus memastikan bahwa Ibra tidak akan mendapat bola. Jika tidak, aku akan mendapat masalah! Dia sedang dalam form yang sensasional," tegas Marino dalam wawancara dengan Football Italia.
"Aku melihat permainannya melawan Ajax. Dia berlari dan terus menekan," sambungnya.
Selain misi menghentikan Ibra, Marino pun meminta anak asuhnya untuk bisa bermain baik dan menjadi diri mereka sendiri. Selain itu Parma diminta segera bangkit dari kekalahan 0-2 dari Fiorentina pekan lalu. Saat ini Parma ada di posisi ke-16 sementara Milan sebelas tangga di atas mereka.
"Aku baru bisa lebih tenang setelah pertandingan. Tugas kami adalah menghentikan para pemain berkualitas (dari kubu Milan) tanpa mengubah gaya bermain kami. Parma harus mempertahankan identitas mereka," tukasnya.
"Kami harus melupakan kekalahan di Fiorentina. Kami harus tidak boleh lagi membuang-buang peluang," demikian dia.
(mrp/roz)











































