Dengan usianya yang akan 36 tahun pada November mendatang, Juventus kabarnya akan mencukupkan kerja sama mereka pada Juni 2011, ketika kontrak Del Piero selesai. Di awal musim ini pun ia lebih sering duduk di bangku cadangan.
Jika kans bertahan dengan Juventus mengecil, pilihan bagi Del Piero barangkali tinggal dua: gantung sepatu atau menunggu masa itu dengan menjajal sepakbola Amerika Serikat di MLS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku bukannya ingin menepikan masalah itu. Tapi sungguh, saat ini masa depanku cuma pertandingan berikutnya. Aku ingin menang," sambungnya, seperti dilansir Football Italia, Minggu (10/10/2010).
"Sisanya, kami harus membiarkan waktu untuk mematangkan banyak hal, tanpa perlu tergesa-gesa. Aku belum memikirkan apa yang akan kulakukan setelah pensiun, karena aku masih merasa turun ke lapangan.β
Del Piero adalah sebuah sejarah penting dalam Juventus. Sejak direkrut dari Padova di tahun 1993, ia kemudian menuliskan tinta emas bersama "Si Zebra". Nyaris semua piala mayor sudah pernah ia menang, dari Seri A, Copa Italia, Liga Champions, Piala Interkontinental, sampai Piala Dunia bersama timnas Italia.
Perjalanan panjang dan kesetiaannya untuk Juventus menjadikan dia top skorer klub tersebut, baik untuk level domestik maupun Eropa. Dari 636 pertandingannya di semua kompetisi, ia telah menorehkan 276 gol.
"Kalau harus memilih gol favorit dalam karirku, yang mana itu sulit sekali, tapi aku memilih ketika Italia mengalahkan Jerman 2-0 di semifinal Piala Dunia 2006 di Dortmund," ungkapnya.
Sejarah yang dimaksud Del Piero adalah ketika ia menjebol gawang Jens Lehmann di menit 120, semenit setelah Fabio Grosso memecah kebuntuan kedua kesebelasan. Pria yang biasa dipanggil Alex itu turun sebagai pemain pengganti di menit 104.
(a2s/roz)










































