Munculnya Lazio sebagai pemuncak klasemen bisa dibilang mengejutkan mengingat apa yang terjadi musim lalu. Dengan skuad yang tak jauh beda dengan musim ini, musim lalu 'Si Elang' mati-matian untuk bisa lepas dari zona degradasi.
Maka, tak sedikit yang mencibir bahwa keberhasilan Lazio itu hanya keberuntungan semata. Presiden Claudio Lotito membantahnya. Ia menyebut, rentetan kemenangan Lazio menjadi bukti bahwa itu bukan keberuntungan. Sebaliknya, itu justru bukti timnya punya kemampuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serendah-rendahnya target Lazio, yang namanya kekalahan tetap saja mengecewakan. Setelah takluk 0-2 dari AS Roma akhir pekan lalu, Kamis (11/10/2010) dinihari WIB mereka takluk 0-1 di tangan Cesena. Catatan jeblok itu menyapu kegemilangan enam kemenangan beruntun di laga-laga sebelumnya.
Reja jelas risau. Sedari awal ia berharap timnya bisa melangkah setapak demi setapak, dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Berkat cara seperti inilah Lazio mampu fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain yang ujung-ujungnya berakhir dengan kemenangan.
Apakah ini tanda Lazio mulai tergelincir? Reja memastikan itu tak akan terjadi. Kehilangan posisi puncak bukanlah masalah, yang penting kini adalah mengembalikan kemenangan kepada timnya lagi. "Kami tahu, memimpin klasemen bukanlah rencana kami semula," ucapnya di Football Italia.
Seri A sendiri baru berjalan 11 pekan dan masih banyak halangan menanti Lazio. Termasuk di dalamnya adalah tim-tim besar yang belum pernah dihadapi seperti Inter Milan dan Juventus. Bisakah Lazio melaluinya? Kita lihat saja.
==========
Foto: Kekecewaan di wajah Mauro Zarate, kekecewaan untuk Lazio juga. (Getty Images)
(roz/din)











































