Ibra datang ke Derby della Madoninna, Senin (15/11/2010) dinihari WIB dengan kepercayaan tinggi berkat sumbangan delapan gol dari 14 laganya. Sementara Inter justru tengah bermasalah dengan performanya saat ini dan hantaman badai cedera.
Apalagi lini belakang Nerazzurri sudah ditinggal Walter Samuel hingga akhir musim karena cedera ligamen lututnya. Alhasil stok pemain belakang menipis dan Benitez pun cuma punya seorang Materazzi yang dinilainya paling pas untuk menghadapi Ibra meski masih ada Ivan Cordoba di bangku cadangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang ditakutkan pun terjadi di mana gol semata wayang kemenangan Milan lewat titik putih yang dieksekusi dengan baik oleh Ibra, diawali pelanggaran Materazzi kepada penyerang Swedia itu pada menit kelima. Sialnya lagi Materazzi pun harus keluar di menit ke-65 karena berbenturan dengan Ibra.
Jika dilihat dari dua fakta itu, keputusan Benitez memasang bek berusia 37 tahun itu tidak tepat dan dituding sebagai biang kekalahan Il Biscione di laga itu. Alhasil Inter pun terpuruk di posisi kelima dan selisih enam poin dari Rossonerri yang berada di puncak.
"Ini bukan debutnya dan dia adalah pemain berpengalaman. Kami kehilangan Samuel dan tidak mempunyai banyak alternatif yang bisa diturunkan untuk melawan Ibrahimovic," tukas Benitez di situs resmi Inter soal pemilihan Materazzi itu.
"Kami punya ide yang lain namun kami tidak bisa memakainya. Makanya kami pakai Materazzi saja. Berapa banyak kesalahan yang dibuat Materazzi? Hanya satu. Ini bukan masalah satu pemain saja namun seluruh tim," simpul pelatih berpaspor Spanyol itu.
Foto: Adegan di mana Materazzi menekel Ibra dan berbuah penalti di menit ke-5.(AFP/Olivier Morin)
(mrp/a2s)











































