Dengan status sebagai juara Italia sejak tahun 2006 hingga 2010, dan penyandang label treble winner musim lalu, banyak sorotan menimpa Inter kala mereka bermain imbang dua kali dan kalah dua kali dalam empat laga sebelum bertemu Parma.
Pelatih Rafael Benitez bisa beralasan jika banyak pemain utamanya cedera, tapi itu tak membuat sorotan pergi dari dirinya. Yang ada dirinya malah tertekan untuk segera memberikan hasil positif supaya sorotan itu cepat pergi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inter tampil tanpa Samuel Eto'o yang tengah menerima hukuman tiga laga usai menanduk Bostjan Cesar. Sebagai gantinya, Benitez memainkan Jonathan Biabiany, Goran Pandev dan Wesley Sneijder sebagai starter.
Biabiany, Pandev dan Sneijder terbukti ampuh untuk membuka ruang dan imbasnya memberikan kesempatan Dejan Stankovic yang hadir dari lini kedua untuk membukukan hat-trick. Thiago Motta yang masuk jadi pemain pengganti--menggantikan Biabiany--pun ikut menyumbang satu gol.
"Pertandingan hari ini menjadi gambaran bahwa kami punya beberapa opsi," ujar kapten Javier Zanetti di situs resmi klub.
"Kami membuat beberapa perubahan, dan itu bekerja," lanjutnya.
Inter juga terbukti menang mental atas Parma yang beberapa kali merepotkan kiper kedua mereka, Luca Castelazzi. Deputi Julio Cesar itu beberapa kali mementahkan peluang dari Hernan Crespo atau pun Mariano Angelo. Crespo sendiri membuat dua gol ke gawang Castelazzi, yang membuat torehan gol sepanjang karirnya kini berjumlah 191.
"Apa yang saya pikirkan soal Crespo? Kebiasaan lama sulit hilang: dia selalu mencetak gol dan dia adalah penyelesai yang baik," ucap Zanetti mengomentari penyerang berusia 35 tahun itu.
(roz/din)











































