Kritik Permainan Torino, Conte Anggap Immobile Harusnya Dikartumerah

Kritik Permainan Torino, Conte Anggap Immobile Harusnya Dikartumerah

- Sepakbola
Senin, 30 Sep 2013 02:30 WIB
Kritik Permainan Torino, Conte Anggap Immobile Harusnya Dikartumerah
REUTERS/Giorgio Perottino
Turin -

Antonio Conte mengkritik keras permainan bertahan Torino saat bertemu Juventus. Di samping itu pelatih Bianconeri itu menyebut Ciro Immobile seharusnya dikartumerah karena melanggar Carlos Tevez.

Laga Derby Turin di pekan keenam, Minggu (29/9/2013) sore WIB, berjalan sengit dan panas. Beberapa kali wasit harus menghentikan permainan karena terjadinya tekel-tekel keras antar kedua kubu.

Salah satu yang menyita perhatian adalah ketika Immobile menekel Tevez dari belakang dan membuat si pemain cedera. Namun wasit cuma memberi kartu kuning kepada pemain Torino itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontroversi laga tak sampai di situ karena gol Paul Pogba yang jadi satu-satunya gol di laga itu juga dipertanyakan. Mengingat posisi Tevez yang membuat "assist" gol itu (bola hasil tembakannya mengenai tiang dan di-rebound Pogba) sudah terjebak offside.

"Ada yang bilang pada saya bahwa posisi Tevez offside saat terjadi gol tapi sebelum itu dia juga dalam bahaya ketika tekel Immobile mengenai engkelnya," ujar Conte di Football Italia.

"Dia mendapat luka serius pada engkelnya dan siapa yang tahu bahwa laga ini akan tuntas jika Toro bermain dengan 10 orang. Immobile seharusnya dikartumerah," sambungnya.

"Kesalahan kerap terjadi pada wasit dan perdebatan tentunya akan muncul tapi tim bermain baik dan mengambil inisiatif sepanjang laga."

Juve memang tampil dominan di laga itu dengan membuat 17 tembakan dengan enam mengarah ke gawang sementara Torino cuma punya enam tanpa satupun on goal. Conte pun mempertanyakan permainan defensif lawannya itu yang membuat laga berjalan satu arah.

"Hari ini kami lebih aktif dan tidak membiarkan Torino memiliki ruang terlepas dari permainan bagus mereka saat serangan balik. Dibanding laga sebelumnya, kami memakai sistem tiga pemain bertahan yang sangat ampuh untuk kami musim lalu."

"Hanya ada satu tim yang ingin menang dan itu Juventus. Torino cuma bertahan dan menunggu, bahkan usai kebobolan. Ini adalah liga yang sulit dan lawan kami mengubah total gaya bermain demi menahan kami ketimbang memainkan gaya mereka sendiri."

"Torino sangat terorganisir secara tatik dan bertahan sangat dalam tapi di babak kedua ketika mereka mulai kelelahan maka ada sedikit ruang yang mulai terbuka," demikian Conte.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads