Gervinho boleh mencetak dua gol, tetapi Kevin Strootman punya peran yang tidak kalah penting di mata Rudi Garcia. Lalu, mengapa Garcia sampai menyebutnya 'Si Mesin Cuci'?
Pada laga di Olimpico, Kamis (6/2/2014) dinihari WIB, Roma meraih kemenangan 3-2 atas Napoli pada leg I semifinal Coppa Italia. Roma sempat unggul dua gol lebih dulu lewat gol Gervinho dan Strootman.
Napoli kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sebelum akhirnya Gervinho mencetak gol keduanya dan membawa I Lupi memenangi laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola hasil tendangan Strootman meluncur deras ke pojok kiri atas gawang yang dikawal Pepe Reina. Tak ada yang bisa dilakukan oleh kiper asal Spanyol tersebut.
"Kami menyebutnya 'Si Mesin Cuci'," ujar Garcia di Football Italia.
Lalu, mengapa Garcia sampai menyebut Strootman 'Si Mesin Cuci'? Garcia menjawab, karena Strootman membereskan (baca: membersihkan) segala kekacauan yang dibuat rekan-rekannya.
"Jika sedang kesulitan, kami akan memberikan bolanya kepada Kevin. Meskipun operan yang diberikan padanya buruk, dia pasti mampu membereskannya," kata Garcia.
Julukan yang berarti El Lavatrice dalam bahasa Italia tersebut pun sampai ke telinga Strootman. Yang diberi julukan pun hanya tersenyum.
"Saya harap julukan itu berarti bagus," ucapnya setengah berseloroh ketika diberitahu para jurnalis.
(roz/krs)










































