Kekalahan dari AS Roma diakui pelatih Parma Roberto Donadoni karena timnya kalah kualitas dan diganggu dengan masalah kebugaran. Di lain sisi, dia puas dengan mental anak asuhnya.
Parma takluk 2-4 kala menyelesaikan laga lanjutan kontra Roma yang dihentikan 2 Februari silam. Saat itu, Stadion Olimpico digenangi banjir karena hujan lebat.
Gialloblu 'dibanjiri' gol di partai lanjutan ini. Gervinho, Francesco Totti, Miralem Pjanic, dan Rodrigo Taddei bergantian menjebol gawang mereka, sementara Afiery Acquah dan Jonathan Biabiany mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun satu hal yang membuat pelatih 50 tahun ini terkesan adalah mentalitas anak asuhnya, yang tak berhenti berusaha kendati dalam posisi tertinggal.
"Roma punya para pemain hebat, kekuatan fisik, teknik, dan pemain-pemain penting. Kami bisa saja sedikit lebih agresif, tapi kami datang dari sebuah rentetan pertandingan yang panjang dengan banyak pemain memaksakan diri melalui masalah kebugaran," kata Donadoni dikutip Football Italia.
"Pada akhir laga kami mencetak gol kedua. Kami menyerang, saya puas dengan pendekatannya. Jelas bisa saja ada kesalahan dan beberapa situasi bisa diartikan berbeda, tapi kami juga punya kesempatan-kesempatan penting untuk menambah gol lain," lanjutnya.
"Kami sempat berkesempatan untuk memimpin langsung, tapi ketika Anda tertinggal itu mau tak mau mengubah jalannya pertandingan," tandas eks pelatih tim nasional Italia ini.
Ini merupakan kekalahan ketiga Parma secara beruntun di tiga laga terakhir Serie A, di mana sebelumnya kalah oleh Juventus dan Lazio. Donadoni lantas ditanyai pendapatnya terkait scudetto, usai sama-sama dikalahkan Juve dan Roma yang merupakan dua tim teratas saat ini.
"Roma memberikan saya kesan bahwa mereka lebih kuat secara level fisik dan punya banyak kualitas dibandingkan dengan Juve. Tapi saya kemudian tahu karakter dan determinasi Bianconeri. Ini tidak akan mudah." demikian dia.
(raw/mfi)











































