Massimo Ferrero melakukan protes dengan cara yang unik setelah dia dihukum gara-gara menghina Presiden Inter Milan, Erick Thohir. Presiden Sampdoria itu memplester mulutnya sendiri.
Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menghukum Ferrero dengan skorsing selama tiga bulan. Selain itu, mereka juga menjatuhkan denda 10.000 euro (sekitar 160 juta) untuk Ferrero dan 35.000 euro (sekitar Rp 560 juta) untuk Sampdoria.
Hukuman itu harus diterima Ferrero setelah dia dianggap melakukan penghinaan berbau rasial kepada Erick dalam wawancara dengan stasiun televisi RAI pada bulan Oktober lalu. Dia menyebut Erick "orang Filipina itu".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para hakim, yang dengan sengaja membuat kesalahan yang tak berdasar, menghukum saya tiga bulan dan denda," kicaunya.
"Ayoooo teman-teman, hari ini kita lebih kuat daripada sebelumnya. Ketidakadilan terjadi, tapi saya tetap mencintai sepakbola!!" kata Ferrero.
Giorno! Ringrazio di??i Giudici sportivi x aver commesso un basato sul nulla,dandomi 3 mesi +multa pic.twitter.com/rw2WT7V8YL
β Massimo Ferrero (@unavitadacinema) December 16, 2014Β











































