Semasa dimiliki oleh Massimo Moratti, Inter terkenal sebagai klub yang gemar menghambur-hamburkan uang banyak di bursa transfer untuk mendatangkan para pemain bintang. Ronaldo dan Christian Vieri adalah contohnya ketika Moratti menjadikan keduanya pemain termahal dunia kala itu.
Sayang, kala itu tak banyak gelar yang bisa didapat sebelum era Roberto Mancini dan Jose Mourinho, di mana lima gelar Serie A beruntun didapat plus satu titel Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akuisisi itu juga sekaligus mengakhiri era Moratti di Inter dan Thohir pun gantian jadi presiden klub. Jelas orang akan banyak menyoroti sosok Thohir dan membanding-bandingkannya dengan Moratti.
Namun, Thohir selalu menegaskan dirinya lebih fokus membenahi keuangan klub ketimbang mendatangkan pemain dengan nama besar. Ini pula yang sempat membuat sebagian besar fan gerah dan melihat Thohir tidak sepenuh hati mengurus klub kesayangan mereka.
Meski mampu mendatangkan Hernanes dan Danilo D'Ambrosio di bursa transfer musim dingin tahun lalu, tetap saja dua pemain itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan fans.
Tekanan kian besar mengarah kepada Thohir ketika di musim panas lalu Inter dianggap PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada para fans-nya. Ketika rumor soal nama besar yang akan datang, hanya berujung pada nama-nama seperti Pablo Osvaldo, Yann M'Vila, Gary Medel, dan Dodo.
Dibandingkan dengan rival seperti Juventus, Napoli, dan AS Roma, jelas aktivitas transfer Inter terbilang oke. Apalagi penampilan kurang impresif di awal musim juga berakibat pemecatan Walter Mazzarri.
Roberto Mancini datang dan Thohir seperti menunjukkan pada fans bahwa ia benar-benar serius membawa Inter kembali ke masa kejayaannya. Mancini jelas bukan nama sembarangan, karena dialah yang mengawali era emas Inter beberapa tahun silam dan juga meraih titel Premier League bersama Manchester City.
Meski belum sepenuhnya tampil oke di bawah asuhan Mancini, tapi kehadiran pria 46 tahun itu bisa menjadi magnet untuk para pemain bintang datang. Contohnya saja di bursa transfer musim dingin ini, di mana Inter butuh perbaikan di lini serang, dua nama tenar pun didatangkan yakni Podolski dan Shaqiri.
Meski keduanya datang karena tak lagi mendapat tempat di klub-klub sebelumnya, namun Podolski tetap jadi salah satu nama top di sepakbola Jerman dan Eropa. Sementara Shaqiri adalah salah satu pemain muda potensial di Eropa yang bakatnya disia-siakan oleh Bayern Munich.
"Saya senang melihat antusiasme fan dengan kedatangan Podolski dan Shaqiri," ujar Thohir di situs resmi klub.
"Mereka berdua adalah pemain yang saya yakin bisa membuat kami lebih baik," sambungnya.
"Kami mencoba sebisa mungkin melakukan yang terbaik, dan para pemain ini, dipimpin oleh pelatih hebat seperti Mancini yang bakal banyak membantu kami."
"Saya menyambut kedatangan Shaqiri serta Podolski, dan selalu Forza Inter!"
Setidaknya kedatangan dua nama besar di Januari ini mulai mengikis keraguan fan pada sosok Thohir, plus pengusaha asal Palembang itu bisa mulai menancapkan kukunya lebih dalam lagi di sepakbola Italia.
(mrp/mfi)











































