Bertandang ke Renzo Barbera, Minggu (18/1/2015) dinihari WIB, Roma langsung tertinggal di menit kedua berkat sebuah kesalahan. Kecerobohan Davide Astori melakukan umpan membuat bola direbut lawan yang berujung pada gol Paulo Dybala.
Sepanjang paruh pertama, I Lupi tampil di bawah standar. Mereka kerap kehilangan bola dan kesulitan menembus pertahanan lawan. Saking jeleknya penampilan mereka di babak ini, tak ada satupun tembakan tepat sasaran dicatatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beruntung tim menemukan kembali dirinya setelah jeda, kami mengubah sistem, berlari lebih banyak, dan bermain lebih intens. Di babak pertama kami terlalu jauh dari lawan dan kami harus lebih baik jika kami ingin menghindari membuang poin seperti ini," tambahnya.
Di awal babak kedua, Roma sukses menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Umpan tendangan bebas ditanduk Kevin Strootman untuk kemudian dibelokkan lagi ke gawang oleh Mattia Destro.
Pada paruh kedua ini, permainan Roma cenderung membaik. Mereka mulai lebih sabar memainkan bola dan tak cepat kehilangan penguasaan. Namun begitu Francesco Totti dkk. masih kesulitan menciptakan peluang bagus.
Garcia menilai anak asuhnya perlu memulai pertandingan dengan lebih baik, sekaligus lebih konsisten dalam bermain.
"Kami perlu siap di pertandingan dengan segera. Kami mengatakannya, tapi perlu melakukannya. Para pemain harus mengerti setiap momen pertandingan itu penting, jadi tidak bisa kami menjalani laga dengan sebuah gol atau tim lain naik satu gir," sambungnya.
"Kami harus melatih konsistensi, karena performa kami kurang konsitensi sepanjang pertandingan. Semua pemain sungguh buruk di babak pertama," demikian pelatih asal Prancis ini.
(raw/roz)











































