Ronaldo pernah jadi pemain pujaan Nerazzurri ketika berseragam klub itu pada periode 1997β2002. Akhir pekan ini ia menjadi salah satu tamu mantan presiden Massimo Moratti dan akan ikut menyaksikan laga Inter lawan Sampdoria.
"Menyenangkan bisa kembali jumpa Moratti karena ia sudah seperti keluarga sendiri," kata Ronaldo kepada Sky Sport Italia dan Mediaset Premium yang dilansir Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu merupakan sebuah tantangan besar dan saya akan bilang itu sudah berjalan dengan amat baik. Saya menjalani lima tahun luar biasa di sini, Inter akan selamanya ada di dalam hati saya," tuturnya.
Kendatipun demikian, keputusan Ronaldo meninggalkan Inter ke Real Madrid pada tahun 2002 silam masih diingat sebagian Interisti sebagai sesuatu yang mengecewakan.
"Mari lupakan cara kami berpisah. Pada saat itu segalanya keliru. Kami sudah saling memaafkan. Di Inter saya merasa ada di rumah sendiri," ucapnya.
Dalam kariernya kemudian, pria yang menjuarai Piala Dunia 1994 dan 2002 dengan Brasil itu juga sempat berseragam AC Milan, rival sekota Inter.
"Itu terjadi ketika karier saya sudah menurun, tapi saya pikir itu bukanlah kesalahan. Inter selalu jadi favorit saya dan saya pun saat itu sudah menawarkan diri sendiri ke Nerazzurri, tapi saat itu mereka tak tertarik jadi saya ke Milan," ungkap Ronaldo.
"Sebagai seorang pemain saya senantiasa ingin mencetak gol dan bersenang-senang. Semasa jadi pemain profesional, bermain sepakbola tetap menyenangkan buat saya. Bagaimana saya ingin dikenang? Sebagai seorang pemain juara di sepakbola dan ayah yang baik," imbuhnya.
Moratti bukan lagi presiden Inter setelah melego mayoritas sahamnya ke Erick Thohir. Ronaldo menilai Inter punya masa depan bagus di bawah arahan Thohir, walaupun mengaku siap jadi direktur Inter jika nanti Moratti jadi presiden lagi.
"Saya sempat bertemu Thohir di Paris dan melihatnya sebagai seseorang yang gampang disukai. Ia ingin melakukan hal-hal bagus dan selalu mencari solusi terbaik buat klub. Saya yakin ia akan mampu mewujudkan hal-hal bagus," sebut Ronaldo.
"Apa saya bisa mendapatkan peran di klub? Saya ingin melakukan sesuatu, tapi saya senantiasa bepergian jadi ini tidaklah mudah. Saya amat sibuk dengan Akademi Ronaldo, sekolah sepakbola saya, dan proyek-proyek lain seperti tim di Amerika."
"Saya tak bisa menutup kemungkinan apa-apa dan akan jadi kebanggaan menghadapi tantangan baru dengan Inter. Kalau Moratti jadi Presiden lagi dan menghubungi saya maka saya akan datang," bebernya.
(krs/krs)











































