Juve mengawali Serie A 2015/2016 dengan buruk. Dalam 10 pertandingan pertama, Juve sudah kalah empat kali dan terdampar di peringkat 12.
Setelah kalah dari Sassuolo di giornata 10, Juve lantas tak terhentikan. Dimulai dengan mengalahkan Torino, Gianluigi Buffon dkk. kemudian memenangi 15 laga secara beruntun untuk melesat ke puncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan yang didapat Napoli dari AS Roma, Senin (25/4/2016) malam WIB, kemudian memastikan gelar scudetto untuk Juve. Itu adalah titel Serie A kelima secara beruntun untuk Bianconeri.
[Baca juga: Juventus: Sempat Terseok-seok, Kini Jadi Juara]
[Baca juga: Lima Scudetto dalam Lima Musim, Juventus Torehkan Sejarah]
Menilik perjalanan Juve musim ini, Leonardo Bonucci sangat bangga bisa membawa timnya juara. Disebut Bonucci, keberhasilan ini sekaligus jadi kemenangan atas mereka yang meragukan Juve di awal musim.
"Mengingat semua yang sudah terjadi, ini adalah musim yang gila," ucap Bonucci kepada Premium Sport seperti dikutip Gazzetta dello Sport.
"Anda (media dan publik) beranggapan kami sudah mati di bulan Oktober tapi semua orang lupa kenapa Juventus punya perisai scudetto di dada kami. Kami harus mengubah haluan setelah 1,5 bulan awal yang buruk," lanjut bek Italia itu.
"Sejak saat itu, kami sudah menunjukkan Juventus yang sebenarnya. Pelatih membiarkan kami memikirkan pertandingan satu per satu tanpa rasa gelisah. Tidak ada yang berpikir Juventus akan mengunci scudetto di bulan April!"
"Scudetto ini akan tercatat dalam sejarah dan saya bangga membantu tim kami juara lima kali beruntun," katanya menambahkan.
(nds/roz)











































