Moratti Tak Berniat Tinggalkan Inter

Moratti Tak Berniat Tinggalkan Inter

- Sepakbola
Jumat, 15 Apr 2005 11:10 WIB
Jakarta - Pemilik Inter Milan, Massimo Moratti, menegaskan dirinya tidak berniat meninggalkan klub tersebut meskipun tekanan untuk itu kabarnya sedang gencar.Isu Moratti akan mundur dari tampuk kekuasaannya di skuad Nerazzurri itu mengemuka menyusul aksi rusuh Internisti dalam laga derby Milan di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions di San Siro dua hari lalu.Ketika itu wasit menghentikan pertandingan setelah pendukung Inter melemparkan mercon dan kembang api ke tengah lapangan dan satu di antaranya mengenai pundak Dida sehingga kiper AC Milan asal Brasil itu mengalami cedera ringan.Akibat insiden itu Inter kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi oleh UEFA, di samping mereka hampir dipastikan gagal melangkah ke babak semifinal Liga Champions."Saya tidak lelah dengan situasi sulit macam ini. Malah ini membuatku lebih ingin membela klub," demikian Moratti dalam pernyataannya di situs Inter, Kamis (14/4/2005). "Apa yang terjadi memang mengejutkan dan saya perlu meminta maaf.""Sekarang waktunya untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa. Tapi saya harus akui ini insiden yang sangat serius karena seperti ada keinginan untuk menunda pertandingan tersebut," tambahnya.Perihal rumor yang menyebutkan aksi rusuh itu dimaksudkan untuk menyerang dirinya, Moratti tidak mencium kebenarannya. Raja minyak Italia itu tidak melihat insiden itu sudah direncanakan. Soal kembang api dan mercon, benda-benda itu toh biasa dimaksudkan sebagai persiapan merayakan kemenangan.Moratti memimpin Inter sejak 1995 dan hingga musim lalu telah menghabiskan dana sekitar 600 juta euro untuk membeli 103 pemain dan merekrut sepuluh pelatih. Namun hasilnya bak langit dengan bumi. Skuad Moratti tak pernah meraih gelar scudetto, sementara tropi terbaiknya baru Piala UEFA 1998. Pada Januari 2004 Moratti melepaskan jabatannya sebagai presiden klub kepada wakilnya Giacinto Facchetti, tapi tetap memegang saham terbesar klub tersebut alias masih menjadi pemilik Inter. Klub yang kini dilatih Roberto Mancini itu terakhir kali juara Seri A pada musim 1988/1989. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads