Pelatih Roma, Luciano Spalletti, mendorong Nainggolan ke posisi gelandang serang pada musim ini. Nainggolan merespons keputusan Spalletti itu dengan sebuah performa yang sangat konsisten sekaligus produktif.
Nainggolan menjadi salah satu pemain terbaik Roma musim ini. Gelandang berusia 28 tahun itu sudah menyumbangkan 12 gol dan tiga assist di sepanjang musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nainggolan beradaptasi dengan apapun. Jika saya memintanya untuk melakukan sesuatu, dia menyerapnya dan kemudian melakukannya. Jika Anda meminta lebih darinya, dia akan memberi yang lebih banyak lagi.
"Ini semacam punya bensin yang cukup untuk 10 kilometer, lalu dia memberi Anda tambahan untuk melaju 2 kilometer lebih jauh dan mengisi ulang. Jika Anda menempatkannya di depan lini pertahanan, dia menggandakan kualitas di sana. Dia bisa beradaptasi dengan banyak peran lain.
"Dia bisa menembak, seperti yang kita lihat pada hari Minggu (pada laga melawan Inter Milan), juga mengejar lawan di ujung kotak penalti. Biasanya jika seorang pemain melakukan satu hal, dia tak bisa melakukan yang lain.
"Dia bisa menggiring bola, dia bisa mengejar 10 pemain, dia adalah pemain langka," kata Spalletti di Football Italia.
Di antara semua pemain Roma, Nainggolan cuma kalah produktif dari Edin Dzeko yang berposisi striker murni. Dzeko musim ini sudah mencetak 29 gol di semua kompetisi.
(mfi/rin)











































