Cannavaro Tersangkut "Doping"
Jumat, 29 Apr 2005 11:18 WIB
Jakarta - Mantan bek Parma Fabio Cannavaro menjadi perbincangan hangat setelah sebuah program televisi di Italia memperlihatkan rekaman videonya sedang menggunakan Neoton.Rekaman video yang ditayangkan RAI dalam program "Full Stop and From the Top" itu memperlihatkan Cannavaro tengah memasukkan cairan ke lengannya, menjelang laga Final Piala UEFA 1999 yang dimenangkan Parma.Buat orang awam yang menyaksikan rekaman video tersebut, tindakan Cannavaro pasti mengundang tanda tanya. Apakah bek yang kini bermain di Juventus itu menggunakan doping? Pertanyaan itu langsung dijawab oleh pengacara Cannavaro, Paolo Trofino, dalam diskusi yang sengaja dibuat untuk mendiskusikan rekaman video ini. Menurutnya cairan yang dipakai kliennya pada saat itu adalah Neoton. Itu merupakan zat kimia yang biasa dipergunakan oleh para dokter dalam operasi jantung dan berguna untuk meregenerasi otot jantung. Zat ini sendiri tak termasuk dalam zat yang dilarang oleh World Anti Doping Agency (WADA). Meskipun sudah menjelaskan ihwal "doping" kliennya, penayangan rekaman video tersebut mengundang kekhawatiran Trofino. Dikatakannya Cannavaro akan menuntut RAI, jika stasiun televisi itu menyalahgunakan rekaman tersebut sebagai dasar untuk membentuk opini yang tak benar. "Kami mengkhawatirkan kerusakan yang mungkin diakibatkan kasus ini terhadap citra Cannavaro," ucap Trofino seperti dilansir dari Reuters, Jumat (29/4/2005). "Jika anda memasuki kamar pemain sebelum pertandingan, lalu melihat dia sedang memakai sesuatu maka itu akan menjadi gambaran yang membuat shock. Orang-orang langsung mengambil kesimpulan," tuturnya. Sementara rekan Cannavaro di Juve, Lilian Thuram, mengatakan kalau rekaman video tersebut sebetulnya dibuat sebagai candaan belaka. Namun Thuram, yang juga pemain Parma saat kejadian berlangsung, mengatakan rekaman tersebut bisa diinterpretasikan berbeda. "Kami kerap bermain-main dengan kamera video di kamar ganti, namun beberapa hal memang terlihat berbeda dari luar," katanya. "Sayang sekali kita hidup di dunia dimana orang-orang mencoba untuk berlaku buruk dan menghancurkan sesuatu yang sebenarnya bersih. Seorang pesepakbola yang telah memberikan begitu banyak buat sepakbola dan tim nasional Italia seharusnya mendapatkan respek," tandasnya. Menurut kabar simpang siur, Cannavaro sengaja dijadikan target lawan Juve karena kasus doping sedang marak di klub ini. Seperti diketahui, beberapa petinggi Juve dan dokter klub harus berurusan dengan polisi atas tuduhan memberikan zat terlarang kepada beberapa pemain era 1996-2001. (mel/)











































