Juventus Hentikan Aksi Tutup Mulut
Capello Mengaku Sempat Khawatir
Senin, 23 Mei 2005 16:17 WIB
Jakarta - Aksi tutup mulut yang dilakukan Juventus bulan lalu akhirnya selesai. Pelatih Fabio Capello mengaku sempat khawatir dengan atas ancaman AC Milan.Liga Italia masih menyisakan satu pertandingan lagi, namun Juventus sudah dipastikan juara. Setelah perayaan yang terkesan adem ayem akibat aksi tutup mulut, Juventus akhirnya terbuka kepada pers yang diawali oleh pernyataan Capello.Di tahun pertamanya bersama Juventus, Capello sukses mempersembahkan gelar juara seri A. Namun pelatih yang bulan depan genap berusia 59 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya sempat khawatir dengan ancaman Milan."Sangat sulit untuk mempertahankan konsentrasi kami ketika Milan merapatkan jarak, tidak hanya sekali tetapi dua kali," ungkap Capello seperti dilansir Channel4, Senin (23/5/2005).Menurut Capello kunci keberhasilan Juve lepas dari tekanan Milan ialah ketika berhasil mengalahkan Lazio 1-0 24 April lalu. Saat itu Juventus dan Milan sama-sama memiliki nilai 70, sementara beberapa pemain Bianconerri tidak bisa bermain karena cedera dan terkena hukuman."Saya mampu bertahan di momen terpenting dalam perebutan Scudeto yakni pertandingan melawan Lazio. Saat itu kekuatan kami berkurang karena cedera dan sanksi. Kemenangan itu jauh lebih menentukan daripada kemenangan atas Milan di San Siro," jelasnya.Pada partai-partai penentu menjelang akhir musim, Capello kemudian membuat keputusan yang tidak disangka-sangka banyak orang yakni menurunkan Alessandro Del Piero selama 90 menit. Hal ini bertolak belakang dengan kebijakannya menaruh maskot Italia dan Juventus itu di bangku cadangan saat awal musim. Terbukti bahwa keputusannya itu tepat dan sukses membawa Juve ke tangga juara."Saya memperlakukan semua orang sama. Kadang saya benar, tetapi bisa juga salah. Ada waktunya Del Piero perlu dibangkucadangkan, dan saya melakukannya. Ketika dia telah memperoleh kembali penampilan terbaiknya, saya membiarkannya bermain 90 menit. Pelatih terkadang perlu membuat pilihan sulit yang mungkin tidak populer, tetapi seorang pelatih tidak mengistimewakan seorang pemain," tegasnya.Del Piero sendiri mengaku sangat mengerti atas keputusan Capello. Bahkan kapten Juve itu mengungkapkan rasa terima kasihnya karena menyematkan Scudetto di kostum Juve. "Saya berterima kasih kepada Capello karena dia telah membuat keputusan yang tepat. Sukses ini merupakan pembuktian atas mereka yang mengatakan karir saya telah berakhir, sebaliknya saya mempersembahkan gelar ini untuk mereka yang selalu mendukung saya." (lom/)











































