Gianfranco Zola Gantung Sepatu

Gianfranco Zola Gantung Sepatu

- Sepakbola
Kamis, 30 Jun 2005 04:52 WIB
Gianfranco Zola Gantung Sepatu
Jakarta - Duapuluh satu tahun berkarir di dunia sepakbola dirasa cukup oleh Gianfranco Zola. Striker Azzurri era 90-an ini pun memutuskan pensiun dari dunia yang membesarkan namanya itu.Keputusan Zola gantung sepati diumumkannya Rabu (29/6) kemarin, setelah melanglang buana di Seri A dan Liga Premier Inggris. Menurutnya, keputusan yang diambilnya itu merupakan hal yang tepat."Saya rasa keputusan ini merupakan hal yang tepat. Semuanya telah lewat sejak berakhirnya liga Seri A bulan lalu, namun saya butuh untuk sedikit refleksi ke belakang," ungkapnya kepada kantor berita ANSA.Ia menambahkan bahwa keputusan itu membuatnya puas karena bisa melihat apa-apa saja yang sudah diperolehnya bersama tim-tim yang ia bela. Tak cukup itu saja, Zola juga menegaskan bahwa selama berkecimpung di dunia sepakbola selama hampir seperempat abad itu, ia merasakan kebahagiaan yang teramat sangat."Suatu hal yang sangat luar biasa. Saya tidak melalui tahun-tahun lalu untuk memikirkan bermain sepakbola sebagai sebuah pekerjaan, melainkan hanya sebuah kegembiraan. Ketika orang bertanya apa rahasianya bisa berkarir sedemikian lama, saya selalu menjawabnya bahwa saya bermain hanya untuk kesenangan dan itulah mengapa ada kenikmatan saat latihan dan masuk ke lapangan di akhir pekan," tegasnya.Pria kelahiran Oliena, Pulau Sardinia, 5 Juli 1966 ini punya karir dan karakter yang fantastis. Sebagai individu jarang sekali ada pemberitaan miring mengenai kehidupan pribadinya. Begitu pula kiprahnya sebagai pemain. Ia nyaris tak pernah terlibat kasus negatif. Sebaliknya, ia cukup banyak memperoleh gelar dan penghargaan.Pada November tahun lalu Zola memperoleh gelar Order British Empire (OBE) yang diberikan oleh kerajaan Inggris karena baktinya kepada sepakbola Inggris. Penghargaan yang diberikan kepada pria berusia 38 tahun ini cukup beralasan. Ia dianggap memiliki kombinasi skil, profesionalisme, kerendahan hati dan determinasi untuk selalu berkembang, bahkan setelah dirinya beranjak gaek.Jadi tidak salah jika publik Chelsea memilihnya sebagai pemain terbaik pada tahun 2003. Bahkan bos The Blues Peter Kenyon memberikan pujian melimpah kepada Zola yang telah membantu timnya memenangi enam tropi ketika tujuh tahun memperkuat Chelsea."Ia anggota kami. Begitu banyak kenangan penting dan ia merupakan sosok gentlemen di dalam dan di luar lapangan. Saya berharap ia memiliki masa pensiun yang indah dan kami juga berharap dapat melihatnya lagi sesegera mungkin di London untuk memperingati 100 tahun sejarah Chelsea dan untuk berterima kasih kepadanya karena telah memberikan kontribusi yang tidak terlupakan," ujar Kenyon.Hal yang sama juga diucapkan Ken Bates yang merupakan mantan pemilik Chelsea. Ia menerangkan bahwa Zola tidak diragukan lagi merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Chelsea. "Permainannya sangat menarik untuk dilihat dan memberi pengaruh yang sangat besar di dalam dan di luar lapangan, lebih tepatnya karena kepeduliannya kepada pemain muda. Kami berutang ucapan terima kasih yang sangat banyak kepadanya," terangnya.Tak ayal, pujian dari beberapa sosok penting Chelsea ini membuatnya bahagia. Namun yang membuatnya lebih senang lagi adalah pengakuan orang-orang di lingkungannya dan penghormatan yang diterimanya."Kepuasan terbesarku adalah ketika orang mempertimbangkan diriku dan penghormatan yang mereka berikan. Banyak orang yang memperolehnya ketika kita berlaga di lapangan, namun ketika kita mendapat tingkatan penghormatan di luar lapangan, maka itu adalah sebuah hal yang sangat istimewa. Apa yang aku terima yaitu ketika orang-orang menghormatiku, aku pikir hal itu sangat luar biasa," tandasnya lagi.Zola memiliki karir yang cukup gemilang selama berkarir sebagai pemain sepakbola profesional. Pada usia 18 tahun, dirinya memulai karir profesionalnya bersama Nuorese, namun tidak lama kemudian dirinya bergabung dengan Torres sebelum hijrah ke Napoli pada tahun 1989. Mulai tahun itulah namanya mulai dikenal publik lewat aksi-aksinya yang terbilang ciamik.Dirinya membukukan 32 gol dalam rentang waktu empat musim dan karenanya mendapat kepercayaan tersendiri dari pelatih Napoli saat itu, Claudio Ranieri, dan suporter mereka. Namun karena alasan finansial, Napoli terpaksa melepasnya ke Parma sebelum akhirnya bergabung dengan Chelsea. Tujuh musim bersama the Blues, ia berhasil mencetak 80 gol dan memberikan enam tropi. Ia pun memperoleh banyak penghargaan di klub kota London itu, antara lain Pemain Liga Inggris 1997 dan Pemain Chelsea Yang Paling Dicintai.Dua tahun lalu Zola merampungkan kontraknya di Stamford Bridge dan memilih kembali ke kampung halamannya di Pulau Sardinia. Ia memperkuat Cagliari dan berhasil mengantarkan klubnya promosi ke Seri A. Musim lalu ia masih dominan dan membantu Cagliari menempati papan tengah kompetisi.Hal inilah yang sepertinya bakal menjadikan Zola sebagai pemain yang tidak akan terlupakan bagi Cagliari. Ia bahkan disejajarkan dengan Gigi Riva yang memberikan satu-satunya gelar scudetto pada tahun 1970. Jadi tidak diragukan lagi jika Zola, yang merupakan duta besar Calcio, akan menerima penghargaan yang sama sebagai seorang pahlawan dan legenda.Foto: Sampai jumpa lagi, Zola! (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads