sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 17:03 WIB

Buffon: Conte Bukan Pengkhianat

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Penunjukkan Antonio Conte sebagai pelatih Inter Milan dapat sambutan negatif dari suporter Juventus (Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images) Penunjukkan Antonio Conte sebagai pelatih Inter Milan dapat sambutan negatif dari suporter Juventus (Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Jakarta - Gianluigi Buffon kecewa dengan sikap suporter Juventus yang mengecam Antonio Conte. Menurut Buffon, Conte tak mengkhianati Juventus dengan gabung Inter Milan.

Akhir Mei lalu, Conte secara resmi diumumkan sebagai pelatih baru Inter mulai musim 2019/2020. Ia ditunjuk untuk menggantikan Luciano Spalletti.

Keputusan Conte untuk menerima pinangan Inter tak dapat tanggapan baik dari supoter Juventus. Fans Bianconeri bahkan sempat membuat petisi agar bintang Conte yang ada di walk of fame Allianz Stadium dicopot.


Reaksi suporter Juventus itu membuat Buffon kecewa. Mantan kiper Si Nyonya Tua itu menilai Conte sudah memberikan segalanya untuk Juventus dan bukan seorang pengkhianat.

"Yang membuat saya kecewa dan terluka adalah melihat beberapa fans Juve meminta agar bintang Conte di hall of fame dihilangkan setelah dia gabung Inter," kata Buffon kepada Corriere dello Sport.

"Saya merasa kalau saya ada di dalam dunia Juve, saya kenal dengan baik direktur, para pemain, dan fansnya, jadi saya tahu apa yang diberikan Antonio untuk klub dan apa yang ia wakili."


"Dia memeras keringatnya untuk Juve, memberi semua yang dia punya. Sebagai seorang pemain, dia tidak pernah menanah diri untuk kebaikan tim. Sebagai pelatih, dia memikul skuatnya dan membawa mereka menuju kesuksesan dengan kejelasan dan tak pernah istirahat. Selama tiga musim yang padat, tak pernah sekali pun dia membiarkan fokusnya hilang."

"Pilihan profesional, meski mengejutkan, tidak bisa menghapus masa lalunya. Dia tidak pernah mengkhianati Juventus, dia bukan tipe yang mencium logo di seragam, mendukung proyek secara terbuka, tapi kemudian memicu konflik di balik layar."

"Saya menganggap kembalinya dia ke Serie A penting untuk sepakbola Italia, sama seperti kembalinya Paolo Maldini, Zvonimir Boban, dan Maurizio Sarri," ucapnya.

(nds/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com