Wasit Dilempar, Duo Roma Terancam Sanksi
Senin, 24 Okt 2005 10:58 WIB
Jakarta - Lazio dan AS Roma semakin lekat dengan reputasinya sebagai klub Italia yang paling rusuh. Insiden pelemparan wasit Gianluca Paparesta derby Senin (24/10/2005) dini hari tadi, membuat keduanya terancam kembali dikenai sanksi.Insiden tersebut terjadi di menit 74 ketika Paparesta memberikan argumentasi kepada pemain Lazio, Paolo Di Canio. Sebuah benda keras melayang dari arah tribun penonton, mengenai bagian bawah mata Paparesta. Akibat kejadian ini pertandingan sempat ditunda beberapa menit sebelum dilanjutkan kembali. Federasi Sepakbola Italia (FIGC) saat ini masih menunggu laporan Paparesta, dan tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyelidikan.Insiden ini mengingatkan sederet tindakan kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Roma. Pada Maret 2004, pertandingan kedua tim ini sempat ditunda karena berkembang rumor bahwa seorang anak laki-laki telah tewas tertabrak mobil polisi di luar stadion. Namun ternyata kabar ini tidak terbukti.Masih ditahun yang sama di bulan November, wasit Swedia Anders Frisk meninggalkan lapangan pertandingan dengan darah mengucur dari kepalanya yang terkena lemparan dari penonton, saat memimpin pertandingan Liga Champions Roma vs Dynamo Kiev. Roma dihukum harus memainkan dua pertandingan kandangnya di stadion tertutup. Jika insiden dini hari tadi mendapat petunjuk jelas, bisa jadi Lazio ataupun Roma bakal kembali mendapat hukuman.Selain Derby della Capitale, pertemuan dua klub besar Italia asal kota Milan, Inter Milan dan AC Milan juga cukup rawan. Musim lalu dalam semifinal Liga Champions, tertandingan kedua tim terpaksa ditunda pada babak kedua karena suporter Inter melempari pemain Milan dengan kembang api dan benda lain. FIGC sebenarnya telah berusaha mencegah terjadinya permasalahan ini dengan meningkatkan standar keamanan, diantaranya dengan memberikan nomor tiket serta pemeriksaan yang lebih ketat terhadap para suporter yang akan masuk stadion. Namun usaha ini ternyata masih kurang efektif. Pekan lalu, seorang wanita suporter Sampdoria terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terkena lemparan kembang api dari suporter Ascoli.Foto: Paolo Di Canio berusaha melindungi kepalanya dan wasit Gianluca Paparesta, setelan sebuah benda menghantam wajah Paparesta (AAFP/Carlo Baroncini). (lom/)











































