sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 16 Apr 2020 11:03 WIB

Ahli Kesehatan Italia: Serie A Bisa Lanjut Bulan Mei, tapi...

Bayu Baskoro - detikSport
PARMA, ITALY - SEPTEMBER 30: Official ball of Nike prior the Serie A match between Parma Calcio and Empoli at Stadio Ennio Tardini on September 30, 2018 in Parma, Italy.  (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images) Liga Italia disebut-sebut bisa dimainkan kembali di bulan Mei mendatang. (Foto: Alessandro Sabattini/Getty Images)
Roma -

Kompetisi Serie A diklaim akan bisa dilanjutkan kembali pada bulan Mei mendatang. Hal tersebut diungkapkan pakar kesehatan dan penyakit menular di Italia.

Sudah satu bulan gelaran Liga Italia dihentikan sementara akibat wabah virus Corona yang melanda Eropa. Kompetisi itu kabarnya akan dilanjutkan kembali jika pandemi mulai mereda di Negeri Menara Pisa.

Kenyataannya, wabah justru belum tertanggulangi hingga saat ini. Melansir data Worldofmeters, 165 ribu kasus terkonfirmasi di Italia dan telah menewaskan 21 ribu jiwa hingga Kamis (16/4/2020) pagi.

Gagasan untuk menghentikan kompetisi musim ini secara total pun mencuat. Beberapa klub Serie A kabarnya mendukung ide tersebut, mengingat pemain bakal rentan tertular penyakit andai Liga Italia akan melanjutkan pertandingan.

Salah satu pakar kesehatan Italia, Giovanni Rezza, justru punya pendapat yang berbeda. Direktur Departemen Penyakit Menular di Instituto Superiore di Sanita tersebut mengatakan jika Serie A bisa dimainkan kembali pada Mei mendatang, tetapi dengan syarat-syarat khusus yang mesti dipenuhi.

"Jika melihat keadaan hari ini, kampanye Serie A tentu tak bisa dilanjutkan. Namun, kompetisi bisa jalan lagi dalam waktu satu bulan, meskipun stadion harus tertutup dan dengan langkah-langkah yan ketat," kata Rezza seperti dilansir dari Football Italia.

"Setiap pembukaan kembali membawa beberapa tingkat risiko. Apa yang harus dilakukan adalah menurunkan risiko sebanyak mungkin dengan menetapkan pedoman yang sangat kaku," dia menambahkan.

Terkait pencegahan buat para pemain agar tak tertular COVID-19 ketika kompetisi dimainkan lagi memang sudah dirancang Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Mulai dari tes darah dan memeriksa status kesehatan seluruh tim, keberadaan antibodi dan kesehatan umum mereka.

Tidak hanya itu, para pemain juga mesti ikut retret latihan selama sisa kompetisi. Hal tersebut agar mereka dipastikan tetap terpisah dan bakal terus diawasi dengan cermat.



Simak Video "Penalti Lukaku Selamatkan Inter dari Kekalahan Lawan Roma"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com