sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 04 Jun 2020 22:03 WIB

Serie A Lanjut Lagi, Badai Cedera Menghantui

Bayu Baskoro - detikSport
ROME, ITALY - NOVEMBER 02:  A detail of the new Serie A ball HI- VIS before the Serie A match between AS Roma and SSC Napoli at Stadio Olimpico on November 2, 2019 in Rome, Italy.  (Photo by Paolo Bruno/Getty Images) Badai cedera menghantui para pemain di kala Liga Italia lanjut lagi. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Roma -

Serie A akan dimainkan kembali pada pertengahan Juni. Badai cedera dikhawatirkan menghantui para pemain seusai dua bulan tak aktif, serta jadwal padat menanti.

Liga Italia musim ini resmi dilanjutkan kembali pada 20 Juni 2020 waktu setempat. Sebelumnya, kompetisi ini sempat dihentikan sementara sejak pertengahan Maret akibat pandemi COVID-19.

Ketika disetop dua bulan lalu, Liga Italia sudah memasuki giornata ke-26. Alhasil, seluruh tim masih memiliki 12 laga tersisa yang mesti dituntaskan.

Dalam jadwal resmi yang dirilis Serie A, sejumlah pertandingan bakal digelar dalam jangka waktu yang berdekatan. Setiap tim bisa bermain dua kali dalam satu pekan.

Jadwal padat tersebut dikhawatirkan bisa membuat para pemain kelelahan, hingga rentan akan cedera. Kondisi yang menjadi perhatian Giacomo Zanon, Kepala Unit Traumatologi Olahraga Policlinico di Pavia.

Menurut Zanon, para pemain sudah dua bulan lebih tidak berkegiatan lantaran harus mengisolasi diri selama masa pandemi. Apabila dipaksakan bermain dengan jadwal padat, mereka bisa saja dihantam badai cedera.

"Ada beberapa masalah yang harus diperhatikan. Pertama soal penangguhan latihan. Dua bulan di rumah berbanding 20 hari beristirahat di kala aktif bermain, secara tradisonal itu sama saja dengan liburan musim panas," kata Zanon kepada La Gazzetta dello Sport.

"Lalu ada latihan fisik singkat seusai periode panjang tidak aktif bermain. Aspek ini meningkatkan kemungkinan patologi yang berlebihan, semisal cedera tendon atau masalah pada otot," Zanon menambahkan.

"Riwayat cedera setiap pemain bisa membantu melihat sinyal yang datang dari tubuh, namun ini adalah realita baru buat semua orang. Rotasi, skuat yang mumpuni dan analisis data akan membuat perubahan," demikian kata Zanon.



Simak Video "Penalti Lukaku Selamatkan Inter dari Kekalahan Lawan Roma"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com