sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 28 Jul 2020 00:05 WIB

Lazio Ngotot Minta Liga Italia Dilanjut, Ujung-Ujungnya Nggak Juara

Randy Prasatya - detikSport
ROME, ITALY - JULY 11: Danilo Catldi and Ciro Immobile of SS Lazio react after the Serie A match between SS Lazio and  US Sassuolo at Stadio Olimpico on July 11, 2020 in Rome, Italy. (Photo by Marco Rosi - SS Lazio/Getty Images) Lazio gagal mematahkan hegemoni Juventus. (Foto: Getty Images/Marco Rosi - SS Lazio)
Jakarta -

Lazio gagal menjadi kampiun Liga Italia musim ini. Padahal, Biancoceleste sudah ngotot minta liga dilanjutkan lagi saat terhenti karena pandemi virus corona.

Juventus berhasil mengunci Scudetto untuk yang kesembilan kalinya secara beruntun. Bianconeri menjadi kampiun Liga Italia 2019/2020 setelah mengalahkan Sampdoria 2-0 di Allianz Stadium, Senin (27/7/2020) dini hari WIB.

Meski Liga Italia masih menyisakan dua pekan lagi, 83 poin Juventus sudah tak mungkin bisa dikejar oleh Inter Milan di posisi kedua dengan 76 poin.

Perjalanan kompetisi Liga Italia pada tahun ini sebetulnya tidak mudah, sama seperti di belahan dunia lainnya. Sempat ada ketidakpastian bakal dilanjutkan lagi atau tidak setelah terhenti karena pandemi virus corona sejak Maret 2020. Pada prosesnya liga kembali lanjut pada minggu ketiga bulan Juni.

Brescia, Torino, Sampdoria, Bologna hingga Udinese adalah klub Liga Italia yang menolak untuk melanjutkan Serie A musim ini. Salah satu alasan mereka adalah keselamatan.

Lazio justru menjadi salah satu klub yang paling vokal meminta Serie A musim ini dilanjut. Hal itu tak lepas dari peluang Lazio untuk juara setelah saat kompetisi terhenti duduk di posisi kedua dengan 62 poin, cuma kalah satu angka dari Juventus di puncak klasemen.

"Kalau musim ini tidak tuntas secara alami, musim berikutnya juga akan rusak. Karena persoalan ini akan berakhir di pengadilan dan sidang-sidang," kata juru bicara Lazio, Arturo Diaconale, kepada TMW Radio pada April 2020, seperti dikutip Football Italia

"Saya harap lapangan menentukan siapa yang menang, siapa yang kalah, siapa yang merasakan kebahagiaan dan siapa yang menderita," imbuhnya.

Presiden Lazio, Claudio Lotito, sempat menepis bahwa keinginan agar liga dilanjut bukan karena peluang juara. Dia mempertimbangkannya ke sisi bisnis.

"Kami tidak berbicara tentang persaingan tim saya. Kami membahas terkait risiko besar yang harus disadari jika kompetisi tak dilanjutkan lagi," ujar Lotito dikutip dari Football Italia.

"Mereka yang menentangnya jelas tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Sepakbola adalah industri yang menghasilkan uang, lebih dari 1,2 miliar euro (Rp 20,2 triliun). Jadi kita harus mempertimbangkan konsekuensi itu, jika musim ini tak dilanjutkan," tegasnya.

Presiden Brescia, Massimo Cellino, sudah menyindir keinginan Lotito. Menurutnya, kalau Lazio ngebet minta liga dijalankan lagi, lebih baik serahkan saja gelar Scudetto ke yang menginginkan.

"Jika Lazio menginginkan Scudetto, berikan saja. Ini sudah jadi wabah," sahut Cellino kepada Corriere dello Sport.

"Jangan pura-pura tuli, bagaimana kita menuntaskan musim ini coba? Saya berpikir soal musim depan dan itu saja. Lalu Coppa Italia, Scudetto... Jika (presiden Lazio) Claudio Lotito menginginkannya, ambil saja," sambungnya.

Lazio pada akhirnya tercecer dalam persaingan setelah liga bergulir lagi. Dari 10 laga yang dijalani selepas lockdown, tim besutan Simone Inzaghi cuma menang empat kali, imbang satu kali, dan kalah lima kali.

Lazio saat ini melorot ke posisi empat dengan 75 poin. Mereka dilangkahi oleh Inter Milan dan Atalanta.



Simak Video "Juventus Vs Lazio: 2 Gol Ronaldo Bawa Si Nyonya Tua Menang"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com