Waduh! Pergantian Nama Stadion Diego Armando Maradona Ditentang

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 04 Des 2020 18:05 WIB
NAPLES, ITALY - NOVEMBER 29: A general view inside the stadium ahead of the Serie A match between SSC Napoli and AS Roma at Stadio San Paolo on November 29, 2020 in Naples, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Francesco Pecoraro/Getty Images)
San Paolo akan diubah namanya menjadi Stadion Diego Armando Maradona. (Foto: Getty Images/Francesco Pecoraro)
Naples -

Nama Stadion San Paolo di Kota Naples akan digantikan menjadi Stadion Diego Armando Maradona. Perubahan nama tersebut mendapat tentangan dari kelompok agamawan.

Napoli akan meresmikan nama markas mereka dari San Paolo menjadi Stadion Diego Armando Maradona pada bulan ini. Walikota Naples, Luigi de Magistris, sudah memberikan lampu hijau untuk itu.

Perubahan nama ini dilakukan Napoli sebagai bentuk penghormatan kepada legenda mereka, Diego Maradona, yang meninggal dunia pada 25 November 2020. El Pibe de Oro adalah sosok yang mengantarkan Partenopei menjadi raksasa Italia dan Eropa pada periode 1980-an.

Pergantian nama itu disambut suka cita oleh para pendukung Napoli. Meski begitu, tidak semua warga Naples yang terima nama Stadion San Paolo diubah menjadi Stadion Diego Armando Maradona.

Dikutip dari Football Italia, sekelompok pastur Katolik menolak perubahan nama Stadion San Paolo. Mereka tidak senang nama sosok suci umat Katolik di arena olahraga tersebut, yakni Santo Paulus, digantikan sepenuhnya dengan nama Diego Maradona.

Para pastur itu mengirimkan surat penolakan kepada uskup agung Naples, Crescenzio Sepe. Mereka bersikukuh nama San Paolo harus tetap ada di stadion berkapasitas 55 ribu penonton tersebut.

"Stadion San Paolo harus dinamai menurut nama orang suci yang membawa kita kepada Yesus Kristus. Dengan segala kerendahan hati, kami bertanggung jawab memberitahukan anda soal itu," begitu isi surat yang dituliskan para pastor kepada uskup agung Naples, dilansir dari Football Italia.

"Kami semua setuju dengan satu hal: Kami tidak menginginkan penghilangan total. Tidak masalah menamakannya menjadi Stadion San Paolo-Maradona, seperti di Milan ada San Siro-Meazza,".

"Itu akan menjadi kompromi yang tepat untuk menyelamatkan keyakinan dan menghormati sang juara," tutupnya.

(bay/rin)