Legenda Milan Filippo Inzaghi Pilih Jagokan Inter Raih Scudetto

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 31 Des 2020 00:05 WIB
UDINE, ITALY - DECEMBER 23: Filippo Inzaghi head coach of Benevento Calcio looks on during the Serie A match between Udinese Calcio and Benevento Calcio at Dacia Arena on December 23, 2020 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)
Inzaghi lebih menjagokan Inter meraih scudetto ketimbang Milan. Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini
Jakarta -

Filippo Inzaghi dikenal sebagai legenda hidup AC Milan. Meski demikian, ia memfavoritkan Inter Milan sebagai peraih scudetto musim ini.

Milan dan Inter tengah bangkit musim ini. Setelah sedekade lamanya, keduanya kembali bersaing memperebutkan gelar, dan sedang bercokol di dua besar klasemen sementara Liga Italia.

Rossoneri menjadi pemuncak dengan 34 poin, hasil 10 kali menang dan 4 kali imbang dari 14 laga. Sementara Nerazzurri membuntuti di belakang dengan selisih satu poin saja.

Kekuatan AC Milan terletak pada skuad yang mayoritas diisi para pemain muda, lalu ditopang nama-nama senior seperti Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer.

Permainan atraktif dan cepat ala Stefano Pioli terbukti sukses membuat Milan belum terkalahkan di Serie A sejak Juni lalu. Mereka juga berhasil menembus 32 besar Liga Europa sejauh ini.

MILAN, ITALY - DECEMBER 20: Romelu Lukaku of Inter Milan celebrates with (l-r) Arturo Vidal and Ashley Young after scoring their sides second goal from a penalty  during the Serie A match between FC Internazionale and Spezia Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on December 20, 2020 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)Inter tetap tampil bagus di Serie A meski tersingkir di Liga Champions. Foto: Getty Images/Marco Luzzani

Meski begitu, Inter dianggap lebih stabil. Pelatih Antonio Conte sudah membangun timnya sejak musim lalu, di mana mereka berhasil finis sebagai runner-up di Liga Italia dan Liga Europa. Saat ini, fokus mereka pun hanya di kompetisi domestik karena sudah tersingkir di fase grup Liga Champions.

Fakta itulah yang membuat Inzaghi yakin Inter lebih diunggulkan keluar sebagai juara di akhir musim. Meski begitu, pria yang kini melatih Benevento itu tetap tak meremehkan kans klub-klub lain.

"Mereka (Milan) kehilangan pemain senior macam Ibra dan Kjaer untuk beberapa laga, dan masih bisa menang (atas Lazio) meski tanpa (Franck) Kessie dan (Ismael) Bennacer. Itu artinya ada kekuatan di sana, dan Milan sudah benar mempercayainya," kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia.

"Tapi untuk scudetto, saya pikir yang menjadi favorit juara adalah Inter-nya Conte, karena mereka hanya bermain di kompetisi domestik. Tapi jelas tak akan mudah. Juventus tak akan menyerah, lalu masih ada Napoli dan AS Roma yang juga kuat. Persaingannya akan berjalan menarik," jelas pria 47 tahun itu.

Inzaghi merupakan legenda Milan, bermain di sana pada periode 2001-2012. Selama itu, ia berhasil meraih beragam gelar, di antaranya dua gelar Liga Italia, satu Coppa Italia, dan dua Liga Champions.

(adp/mrp)