sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Jan 2021 09:00 WIB

Inter Vs Juventus: Tugas Berat Si Ular Redam Cristiano Ronaldo

Putra Rusdi K - detikSport
Juventus Portuguese forward Cristiano Ronaldo (Front R) shoots a free kick during the Italian Serie A football match Inter vs Juventus on October 6, 2019 at the San Siro stadium in Milan. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP) Tugas berat Inter Milan redam Cristiano Ronaldo saat menghadapi Juventus (Foto: Alberto PIZZOLI / AFP)
Milan -

Tugas berat dihadapi Inter Milan untuk meredam Cristiano Ronaldo saat jumpa Juventus. Alessandro Bastoni menegaskan Si Ular harus kolektif untuk mematikan CR7.

Inter akan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza pada Giornata ke-18 Liga Italia, Senin (18/1/2021) dini hari. Laga bertajuk Derby d'Italia ini diprediksi bakal berlangsung sengit karena rivalitas panjang kedua tim.

Inter dan Juventus saat ini juga tengah bersaing di papan atas Serie A. Nerazzurri saat ini menempati peringkat kedua dengan 37 angka. Mereka unggul empat angka dari Si Nyonya Tua di posisi keempat.

Dalam duel nanti, satu pemain Juventus yang jelas harus diwaspadai Inter adalah Cristiano Ronaldo. CR7 masih menjadi mesin gol Bianconeri dengan mengemas 15 gol di Serie A musim ini. Ia memimpin daftar top skor sementara Serie A.

Tentu akan menjadi tugas berat bagi lini belakang Si Ular untuk bisa menghentikan ketajaman Ronaldo. Apalagi, pertahanan Inter tampil tak meyakinkan di musim ini.

Mereka baru menorehkan tiga cleansheet di musim ini. Bek Inter, Alessandro Bastoni, mengungkapkan bahwa La Beneamata harus tampil kolektif sebagai tim untuk bisa meredam Ronaldo.

"CR7? Seandainya saya tahu caranya. Kami perlu bekerja sebagai tim, kami terus berkembang," ujar Bastoni saat ditanya cara menghentikan Ronaldo dikutip dari Football Italia.

"Kami adalah tim yang bagus, dan kami akan lebih baik jika melakukannya bersama-sama. Mereka adalah tim yang kuat."

Bek 21 tahun ini juga mengakui bahwa Inter masih punya pekerja rumah untuk memperbaiki performa lini pertahanan mereka. Bastoni menilai Inter rapuh tak lepas dari permainan agresif dengan pressing tinggi yang dikembangkan timnya.

"Situasi yang menentukan dalam pertandingan banyak yang tidak berpihak kepada kami. Karena itu, kami menaikkan garis pertahanan kami," ujar Bastoni menambahkan.

"Kami lebih agresif yang membuat kami sering kebobolan. Kami masih berusaha untuk tak lagi banyak kebobolan."

(pur/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com