Tertekan di Inter, Conte?

Randy Prasatya - Sepakbola
Rabu, 10 Feb 2021 16:45 WIB
MILAN, ITALY - JUNE 24:  FC Internazionale coach Antonio Conte shows his dejection during the Serie A match between FC Internazionale and US Sassuolo at Stadio Giuseppe Meazza on June 24, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Emilio Andreoli/Getty Images)
Antonio Conte terus kehilangan kesempatan untuk membawa Inter Milan meraih galar juara. Foto: (Getty Images/Emilio Andreoli)
Jakarta -

Inter Milan sudah gugur di dua ajang pada musim ini. Peluang Antonio Conte untuk mempersembahkan gelar juara kepada Inter kian berat.

Inter baru saja tersingkir di Coppa Italia setelah tumbang dari Juventus pada babak semifinal dengan agregat 1-2. Nerazzurri kalah 1-2 di leg pertama dan bermain imbang 0-0 di pertemuan kedua.

Pelatih Inter, Antonio Conte, sangat emosional selama pertandingan itu. Ada protes berulang kali kepada wasit, bahkan Conte juga tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ke arah para petinggi Juventus di saat jeda pertandingan.

Entah apa yang ada dibenak Conte selama pertandingan itu. Padahal, dia punya kisah romantisme bersama Si Nyonya Tua sejak menjadi pemain dan pelatih.

Conte jelas tidak ingin Inter tersingkir dalam ajang Coppa Italia, meski pada babak perempatfinal sempat menegaskan kejuaraan ini bukan prioritas mereka. Namun kenyataannya harus gugur dan membuat peluang meraih gelar untuk Inter di akhir musim kian tipis.

La Benemata sebelumnya sudah tersingkir di pentas Eropa. Samir Handanovic dkk. menjadi juru kunci di fase grup Liga Champions.

Artinya, Inter cuma punya kans menutup musim lewat gelar di ajang Liga Italia. Itupun persaingan masih sangat ketat karena harus saling sikut dengan AC Milan, Juventus, AS Roma, dan Lazio.

"Kami tahu bahwa Serie A mewakili sesuatu yang penting untuk klub dan pada level ekonomi, jadi memenangi Scudetto atau lolo ke Liga Champions itu lebih penting ketimbang Coppa Italia," ungkap Conte kepada Sky Sport Italia.

Inter untuk saat ini duduk di posisi kedua dengan 47 poin, tertinggal dua angka dari AC Milan selaku pemuncak klasemen. Di belakang Inter ada Juventus dengan 42 poin, tapi punya sisa satu pertandingan lebih banyak.

Seperti yang sudah diungkapkan mantan pemain Inter Milan dan AC Milan, Antonio Cassano. Conte sebutan Inter bisa dihajar pihak luar andai tak mampu meraih Scudetto.

"Klub membeli semua pemain yang diinginkan Conte di musim panas, dia memiliki kewajiban untuk menang. Inter tersingkir dari Eropa, itu akan menjadi kegagalan besar jika Conte tidak memenangkan Scudetto," kata Cassano kepada Bobo TV di Twitch.

"Milan telah membangun tim dengan sedikit uang dan malah memainkan musim yang luar biasa. Jika Rossoneri memenangkan gelar, itu akan menjadi pembantaian bagi Inter.

Conte pada musim lalu juga gagal mempersembahkan gelar untuk Inter. Mantan juru taktik Chelsea itu bahkan di akhir musim diterpa isu bakal didepak karena berseteru dengan petinggi klub.



Simak Video "Prediksi AC Milan vs Inter Milan bersama Milanisti Indonesia dan Inter Club Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/aff)